Pembelajaran Apresiasi Seni Melalui Media Internet

215
Oleh: Lukmono Adi  SPd
Oleh: Lukmono Adi  SPd

RADARSEMARANG.COM – ADANYA pengkotakan mapel nasional dan non nasional menimbulkan skala prioritas pada pembelajaran di sekolah. Pada umumnya sekolah atau siswa lebih mementingkan mapel-mapel nasional daripada non nasional, khususnya mapel seni budaya. Berkaitan dengan hal tersebut dituntut kreativitas guru seni budaya dalam menyampaikan materi pelajaran, sehingga lebih menarik minat siswa. Strategi  dan pemanfaatan media pembelajaran adalah dua dua hal yang paling menentukan proses dan hasil dari pembelajaran seni budaya.

Sebagaimana yang dikemukakan Uno (2008: 114) menjelaskan bahwa media pembelajaran adalah segala bentuk alat komunikasi yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi dari sumber ke peserta didik yang bertujuan untuk merangsang mereka untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Diharapkan melalui penggunaan media dalam proses  pembelajaran dapat membangkitkan minat dan kretivitas siswa dalam belajar seni budaya.

Salah satu hasil kemajuan teknologi yang terkini adalah media internet. Guru seni budaya hendaknya menggunakannya dalam proses belajar mengajar. Sehingga pembelajaran seni budaya lebih terkesan modern dan kekinian. Tapi yang lebih penting dari hal tersebut adalah kreativitas dan minat siswa dalam belajar seni lebih berkembang. Media internet memberikan cakrawala pengetahuan seni yang sangat luas, mulai dari contoh-contoh karya seni, tutorial proses, kegiatan pameran atau pementasan dan lain-lain. Pemanfaatan media internet menstimulus kreativitas berkarya dalam pendidikan seni.

Di sekolah-sekolah umum pada dasarnya pendidikan seni diberikan dengan tujuan memberikan pengalaman dan melatih kepekaan estetis, mengembangkan kreativitas, melatih keterampilan motorik, dan menumbuhkan serta mengembangkan sikap dan kemampuan apresiatif. Seluruh kemampuan ini diarahkan kepada pencapaian tujuan pendidikan secara umum. Dalam konteks inilah, media internet dapat digunakan sebagai media alternatif pembelajaran terutama yang berkaitan dengan aspek pengembangan kreativitas dan apresiasi.

Implementasi teknologi informasi dan komunikasi dalam kurikulum pembelajaran seni rupa di sekolah pada akhirnya menuntut kreativitas guru sebagai salah satu pengembang kurikulum. Kreativitas ini dibutuhkan untuk menentukan metode pembelajarannya sesuai tingkat perkembangan siswa dan lingkungan belajar di sekolah. Formulasi yang tepat diharapkan akan memberikan hasil belajar sesuai dengan yang diharapkan.

Beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari pembelajaran apresiasi seni melalui media internet di antaranya, Pertama, menghilangkan kejenuhan karena metode pembelajaran dan materi pelajaran yang cenderung sama, terutama pada tingkat SMP dan SMA. Kedua, memperoleh alternatif berkarya seni yang dapat dilakukan oleh semua siswa, termasuk mereka yang dikategorikan “tidak berbakat”. Ketiga, membantu mengakrabkan siswa dengan teknologi informasi dan komunikasi. Keempat, membantu mengarahkan siswa dalam penggunaan teknologi komunikasi dan informasi dengan alternatif kegiatan yang lebih produktif dan bermanfaat.

Ada banyak manfaat yang dapat diperoleh apabila guru seni budaya mempunyai akses ke internet. Pencarian materi dari internet dapat dilakukan antara lain, melalui searching. Selain itu, melalui motivasi guru, siswa terdorong untuk mencari informasi tersebut melalui internet sebagaimana alamat situs yang dicantumkan pada materi yang disampaikan. Koordinasi dengan bidang studi lain patut dipertimbangkan agar dapat lebih memperkaya gagasan berkarya seni melalui media internet. (tj3/2/aro)

Guru Seni Budaya SMP Negeri 28 Semarang