LEADER OF SAFETY : Riry semakin percaya diri saat mengendarai motor sport kesukaannya, Yamaha V-Ixion 2012. Namun saat ini telah beralih ke Yamaha YZF-R-15. (INSTASTORY RIRY)
LEADER OF SAFETY : Riry semakin percaya diri saat mengendarai motor sport kesukaannya, Yamaha V-Ixion 2012. Namun saat ini telah beralih ke Yamaha YZF-R-15. (INSTASTORY RIRY)

RADARSEMARANG.COM – TAK semua perempuan, bisa mengendarai motor sport. Bagi Riry, perempuan kelahiran Semarang, 12 Januari 1991 ini, bisa mengendarai motor sport justru setelah merasa trauma akibat kecelakaan yang dialaminya 2010 silam.

Semula karena sang ayah sakit dan harus dirawat di rumah sakit (sekarang sudah almarhum), menuntutnya bolak-balik rumah dan rumah sakit. Padahal ia harus kuliah di waktu yang bersamaan, dengan jadwal yang tak menentu.

“Dari kejadian itu, akhirnya saya memberanikan diri membawa motor sendiri.

Awalnya naik motor bebek, lama-lama bosan. Kemudian pindah matic, malah jatuh terus. Akhirnya pindah naik motor Yamaha V-Ixion,” kata Riry kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (28/4).

Dari tuntutan keadaan tersebut, membuatnya nyaman mengendarai motor sport. Jika semua mengendarai Yamaha V-Ixion 2012, kini telah beralih ke Yamaha YZF-R15 atau sering disebut Yamaha R15. Sepeda motor sport ini ditanamkan mesin 150 cc dan diperkenalkan Yamaha kali pertama tahun 2008 di India.

Diakuinya, banyak perempuan populer mengendarai motor sport sejak banyaknya tontonan sinetron televisi, seperti Anak Langit, Anak Jalanan dan Halilintar. Bagi Riry, mengendarai motor sport bisa merasakan tantangan dan bisa menjadi leader of safety.

Ia berharap, sekalipun banyak perempuan yang suka mengendarai motor sport, tetap harus selalu berkendara dengan positif dan mengutamakan safety riding ketika di jalan. Selain itu, harus selalu berpakaian sopan dan berkegiatan yang positif. “Saya berharap, emansipasi wanita lebih diperhatikan, kemudian lady bikers lebih dihormati, ” katanya.

Terkait stigma masyarakat yang belum sepenuhnya memandang positif terhadap perempuan pengendara motor sport, Riry mencoba mematahkannya dengan sering tampil di berbagai acara anniversary maupun pameran safety riding. Dirinya berusaha berbagi pengalaman dengan siapa saja, terutama kaum perempuan.

“Dalam kesempatan tersebut, saya bisa memberikan penjelasan ke masyarakat bahwa tidak selamanya lady bikers itu negatif. Sampai saat ini, saya masih rutin touring ke berbagai daerah di Jateng, Jogjakarta, Jember, Malang, Bandung, dan lainnya,” sebutnya.

Pemilik account Instagram Ryrizkiz ini memiliki pengalaman yang tak terlupakan saat berkendara, yakni memboncengkan seorang ibu hamil yang akan melahirkan. Dikatakannya, saat itu panik dan membutuhkan pertolongan cepat, sehingga ia membawa ibu tersebut ke tempat persalinan dengan mengendarai motor. “Bersyukur, ibu hamil itu bisa melahirkan dan dalam keadaan sehat,” tuturnya.

Sedangkan pengalaman berat saat touring yang dirasakan Riry adalah ketika spare part rusak, tapi jauh dari bengkel atau ada bengkel tapi tutup, sehingga harus menuntun. “Itu beratnya,” tandasnya. (jks/ida)