RUSAK SISI KANAN: Kanit Laka Lantas Satlantas Polres Klaten Ipda Sumasna tunjukkan motor yang kecelakaan. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
RUSAK SISI KANAN: Kanit Laka Lantas Satlantas Polres Klaten Ipda Sumasna tunjukkan motor yang kecelakaan. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

RADARSEMARANG.COM, KLATEN – Meninggalnya Sarwo Edi Wibowo, 47, warga Kampung Sidowayah, Kelurahan Kabupaten, Kecamatan Klaten Tengah karena menjadi korban pembacokan di Jalan Solo-Jogja, Desa Jambu Kulon, Kecamatan Ceper membuat heboh media sosial, Jumat malam (27/4).

Padahal, Sarwo meninggal akibat terlibat kecelakaan saat mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja 250 cc nomor polisi AD 3342 XX. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), Satlantas Polres Klaten menemukan serpihan sepeda motor dan mobil pikap serta darah yang berceceran.

“Sekitar pukul 18.30 saya mendengar suara benturan keras. Tetapi setelah saya lihat tidak ada yang jatuh jika benar itu memang kecelakaan,” ujar salah seorang saksi mata Daryono saat ditemui di Unit Laka Lantas Satlantas Polres Klaten, Sabtu (28/4).

Karena curiga, Daryono mengikuti jejak ceceran darah hingga menemukan sepeda motor Kawasaki Ninja tetapi tidak ditemukan korban. Informasinya yang diterimanya, korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Klaten. Dia juga sempat mendengar isu terkait pembacokan.

Kasat Lantas Polres Klaten AKP Adhytiawarman Gautama Putra mewakili Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono menegaskan, luka yang dialami Sarwo adalah murni akibat kecelakaan. Hal itu dibuktikan dengan olah TKP hingga dua kali.“Isu (pembacokan, Red) itu tidak benar. Di lokasi kejadian kita temukan serpihan kaca dan bodi kendaraan dan sandal korban sebagai barang bukti,” jelasnya.

Berdasarkan olah TKP, Sarwo melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Solo ke Klaten. Di waktu bersamaan terdapat mobil pikap berbalik arah melalui median jalan menuju Solo, tepatnya di Desa Jambu Kulon, Kecamatan Ceper. Tetapi kondisinya melintang dengan bodi mobil lebih condong ke Jalan Solo-Klaten.

Diduga Sarwo mencoba menghindari bodi mobil tapi tetap membentur bagian belakang mobil. Hal ini membuat bagian kanan sepeda motor rusak parah. Sedangkan kaki kanan mengalami luka-luka.

“Setelah kecelakaan korban masih bisa mengendarai sepeda motor sejauh 400 meter sebelum akhirnya jatuh. Sedangkan mobil pikap meninggalkan lokasi kejadian karena menduga tidak ada korban yang langsung jatuh,” jelasnya.

Oleh warga setempat, Sarwo segera dibawa ke rumah sakit. Tetapi sayang, nyawanya tak tertolong karena mengeluarkan banyak darah. Saat ini satlantas masih mencari pemilik mobil pikap.

Kerabat korban, Sumarjo, 53, memaparkan, awalnya keluarga besar juga menduga Sarwo menjadi korban pembacokan. Setelah mendapat penjelasan dari polisi, akhirnya keluarga paham dan ikhlas.“(Sarwo) habis belanja sepatu di Solo. Kita baru mengetahui kondisinya sekitar pukul 21.30 dalam kondisi sudah meninggal,” terang dia. (ren/wa)