Dipakai Ngantor Sampai Pacu Adrenalin

Tren CruiserBoard di Kalangan Millenial

212
CRUISER PARTY : Para anggota cruiser yang tergabung dalam komunitas cruiser party saat berkumpul di kawasan Simpang Lima. (ISTIMEWA)
CRUISER PARTY : Para anggota cruiser yang tergabung dalam komunitas cruiser party saat berkumpul di kawasan Simpang Lima. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM – Cruiserboard belakangan kembali populer, mulai dari kalangan remaja sampai pegawai kantoran. Fungsinya yang lebih fleksibel menjadi salah satu daya tarik. Ya, sesuai dengan namanya, papan jenis ini dibuat dengan fungsi cruising atau jalan-jalan santai, meski sesekali juga bisa digunakan untuk nge-trick.

Salah seorang cruiser, Bayuangop mengatakan, orang awam sekilas melihatnya memang sama dengan skateboard, tapi sebetulnya ada beberapa perbedaan yang cukup jelas. Mulai dari bentuk papan, ukuran, maupun roda.

“Model, ukuran maupun bahan bakunya memang beragam. Tapi untuk cruiser, ciri khasnya, hanya bagian belakangan papan saja yang melengkung, roda juga sedikit lebih besar dibanding papan skate,” ujarnya saat ditemui Radar Semarang, baru-baru ini.

Dengan begitu papan jenis ini tak hanya bisa digunakan di skate park saja, tapi juga lebih fleksibel di berbagai medan. Jalan raya dan trotoar, misalnya. Bahkan, menjadi salah satu kendaraan alternatif yang nggak kalah keren.

“Pernah saya pakai untuk ngantor juga sih. Kebetulan saat itu saya pas bawa cruiserboard dan jarak tidak terlalu jauh. Jadi daripada nunggu kendaraan umum dan bermacet-macet, ya saya pakai papan tersebut saja,” timpal Chandra Cahyo Utomo.

Tampil beda dan gaya, diakui Chandra aktivitasnya tersebut kerap kali menjadi perhatian. Tapi tak sedikit juga yang kadang menilai negatif. “Mungkin takutnya ngerusak trotoar karena ngetrik, tapi sebetulnya untuk seluncur saja, ngetrik di tempat-tempat tertentu,”ujarnya.

Beda lagi dengan Kurniawan Adhi Pratama dan Arif Budi Rukmana. Keduanya mengaku lebih menikmati cruiserboard saat meluncur di jalan-jalan menurun. Semakin kencang papan meluncur, adrenalin semakin terpacu.

“Seru banget, apalagi kalau ramai-ramai menjajal track-track baru dan turunan,”ujar Kurniawan.

Tapi, lanjutnya, meski terlihat mudah, ada beberapa tehnik dasar yang harus dikuasai, mulai dari menjaga keseimbangan, cara berhenti dan beberapa teknik untuk nge-trick. Selain itu, perlengkapan khusus sebisa mungkin juga dikenakan untuk menjaga keselamatan.

“Bagaimana cara berhenti dan lain-lain perlu dipahami terlebih dahulu. Sehingga bila terjatuh juga tidak terjadi cedera yang fatal,”ujarnya. (dna/zal)