Oleh: Djuwarijah SPd

RADARSEMARANG.COM – PEMBELAJARAN Bahasa Inggris masih menemui kendala khususnya bagi peserta didik di sekolah. Input peserta didik yang masih di bawah rata-rata serta rendahnya semangat belajar yang masih jauh dari yang diharapkan. Namun guru tetap harus memberikan pembelajaran yang bermakna demi menyiapkan masa depan peserta didik. Baik itu mereka mau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi ataupun mencari pekerjaan. Penyebab rendahnya semangat dan hasil belajar adalah karena dalam menyampaikan materi pembelajaran guru masih menggunakan metode informasi dan hanya sedikit peserta didik yang ikut aktif dalam pembelajaran. Mereka cenderung pasif dan aktivitas belajar mereka sangat rendah, sehingga hasil pembelajaran masih rendah.

Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran dengan cara konvensional verbalistik tidak mampu meningkatkan motivasi peserta didik, karena mereka tidak sepenuhnya terlibat dalam proses pembelajaran. Cenderung bersikap pasif, hanya menerima sepenuhnya materi yang dijelaskan guru di depan kelas, dan tidak memiliki keinginan untuk aktif dalam pembelajaran.Terlebih lagi apabila pembelajaran tersebut pada jam-jam di atas pukul 12.00.

Kondisi semangat siswa sudah mulai menurun, khusus pada siswa SMK yang mungkin dari jam pertama mereka sudah pembelajaran praktik di bengkel-bengkel sesuai dengan keahlian mereka. Pastinya untuk mengikuti pembelajaran teori, seperti pembelajaran Bahasa Inggris, mereka sudah terkuras energinya untuk praktik di bengkel. Hal tersebut yang mendorong penulis untuk mencari teknik yang menarik dan menyenangkan, yakni belajar Bahasa Inggris lewat lagu dan lirik lagu yang belum lengkap (missing lyrics).

Guru memilih lagu yang sedang hits di kalangan remaja dan mempunyai pesan moral yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Pada awal pembelajaran, guru bisa melakukan apersepsi dengan berbagai pertanyaan, sehingga tercipta suasana pembelajaran Bahasa Inggris yang memancing mereka untuk siap belajar. Langkah berikutnya guru memperdengarkan sebuah lagu berbahasa Inggris, serta mengajak peserta didik untuk menyanyikan bersama-sama.

Setelah peserta didik sudah merasa tertarik dengan pembelajaran ini, maka guru bisa memberikan sebuah lagu berikutnya dengan lirik yang belum lengkap. Sambil mendengarkan lagu, mereka harus melengkapi lirik yang hilang yang ditampilkan pada layar LCD. Peserta didik menulis jawabannya di selembar kertas. Guru bisa memutar lagu tersebut sampai dua kali. Kegiatan selanjutnya peserta didik saling bertukar lembar jawaban untuk mengecek kata/frasa yang benar. Guru menampilkan lirik yang lengkap sambil memutar kembali lagu tersebut. Kemudian menyanyikan lagu tersebut secara bersama. Pada tahap ini guru bisa menyampaikan bagaimana  melafalkan kosa kata dengan benar, kemudian bisa juga berlatih keterampilan mendengarkan (listening). Memahami makna lagu tersebut bisa menambah kosa kata dalam Bahasa Inggris.

Dengan menyanyi bersama, peserta didik merasa pembelajaran jadi menarik dan menyenangkan. Di akhir pembelajaran, guru dan peserta didik bisa menyimpulkan apa fungsi sosial dan atau pesan moral lagu tersebut serta unsur-unsur kebahasaan yang digunakan dalam lirik lagu tersebut. Guru bisa menyiapkan 2-3 lagu dalam dua jam pembelajaran. Proses pembelajaran menarik dan menyenangkan, tidak ada lagi siswa yang mengantuk di jam siang, mereka terlibat aktif dalam pembelajaran. Selain itu keterampilan berbicara (speaking) dan mendengarkan (listening) juga terlatihkan. Penguatan karakter mandiri dan gotong royong juga bisa diterapkankan melalui proses pembelajaran tersebut secara tidak langsung. (tj3/2/aro)

Guru Bahasa Inggris SMK Negeri 11 Semarang