33 C
Semarang
Senin, 1 Juni 2020

Tolak Angkutan Pelat Hitam

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Awak angkutan prona jurusan Ungaran–Ambarawa melakukan aksi mogok mempertanyakan keberadaan angkutan umum pelat hitam yang dianggap mengganggu jam operasional mereka.

Aksi mogok yang dilakukan oleh ratusan awak prona tersebut di terminal Bawen Jumat (27/4). Salah satu sopir angkutan prona jurusan Ungaran–Ambarawa, Lilik Mujiono, 60, mengaku jika angkutan pelat hitam mengganggu jam operasional prona selama ini.“Mereka (angkutan pelat hitam) beroperasi dari pedesaan, dan masuk ke kota-kota,” ujar Lilik.

Ia mencontohkan, saat ini banyak angkutan pelat hitam yang mengambil penumpang dari pedesaan. Khususnya penumpang yang juga sebagai karyawan pabrik. Awalnya, pemilik angkutan pelat hitam pernah diperingatkan jika operasionalnya cuma sampai jalan utama (raya) saja.

Namun belakangan, banyak angkutan pelat hitam yang mengantar penumpang hingga lokasi pabrik yang notabene berada di kota. Menurut Lilik, hal tersebut sangat merugikan para awak prona.

Aksi tersebut langsung direspon pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang. Untuk lebih mendengarkan keluh kesah para awak prona tersebut, lantas Dishub Kabupaten Semarang melakukan mediasi dengan perwakilan pelaku aksi. Adapun perwakilan awak angkutan yang melakukan audiensi, Organda, Dishub Kabupaten Semarang, Dikyasa Satlantas Polres Semarang dan Kapolsek Bawen AKP Herlinda.

Audiensi dilakukan di kantor Kompleks Terminal Bawen secara tertutup. Namun, hingga pukul 11.00, di dalam audiensi tersebut belum ditemukan titik kesepakatan. Perwakilan awak prona yang ikut audiensi, Catur Edi TW, 45, meminta untuk pelat hitam hanya membawa penumpang dari pedesaan hingga jalan raya.

“Setelah sampai di jalan raya penumpang dibongkar, kemudian kami yang mengantongi trayek resmi mengangkut hingga lokasi pabrik. Kecuali kalau angkuta pelat hitam yang tergabung dalam koperasi Kanindo, kami menyadarinya sejak dulu,” kata Catur si.

Pihaknya, berharap dinas terkait menertibkan angkuta pelat hitam yang membawa penumpang dari pedesaan hingga lokasi pabrik. “Pertemuan tadi belum ada hasil, nanti dilanjutkan kembali tanggal 3 Mei,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dishub Kabupaten Semarang, Rudibdo mengatakan, angkutan pelat hitam bukan armada yang mendapatkan izin mengangkut penumpang di jalan. Untuk itu, pihaknya akan menempatkan sejumlah personil di titik-titik tertentu.

“Kalau mereka yang tergabung dalam koperasi, angkutan pelat hitam difasilitasi perusahaan. Atas tuntutan ini, kami akan mencari solusi terbaik,” kata Rudibdo. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Catatkan Minat Investasi Rp 1,03 T

SEMARANG - Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2017 yang dilaksanakan Pemprov Jawa Tengah didukung Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sukses menjaring minat investasi...

Divalidasi, Data Bangunan Bersejarah

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – DPRD Kota Magelang makin intens menyelesaikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Magelang. Terkait hal itu, Pansus...

Jika Terpaksa, Woro jadi “Orang Gila”

PANGGILAN hati merupakan jawaban Wiworo Nugrahani, 58. Ia pernah menjadi pendamping rohani bagi para korban kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa dr. Soerojo Kota Magelang...

Saat Jongkok, Lihat Kaki Istri di Reruntuhan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Peristiwa kebakaran di Kampung Tidar Campur, RT 1/RW 1, Kelurahan Tidar Selatan, Kecamatan Magelang Selatan, Kamis (12/4) pagi menyisakan duka mendalam...

Ke Karimunjawa Cukup 30 Menit

RADARSEMARANG.COM-Wisata ke Karimunjawa, Jepara, kini semakin nyaman. Perjalanan dari Semarang cukup setengah jam. Malah kurang. Bukan lagi tergantung kapal. Sekarang bisa naik pesawat terbang. Kemarin...

PKK Wonosobo Borong Penghargaan

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO -  Hari Peringatan HKG PKK yang ke 46 tahun kali ini sangat istimewa bagi anggota Tim Penggerak PKK Kabupaten Wonosobo. Karena menyabet berbagai...