DIOLAH DARI BERITA (GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIOLAH DARI BERITA (GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANGAksi kejahatan dengan modus pecah ban kambuh lagi di Kota Semarang. Kali ini, dialami Anton Setyawan, 30, karyawan salah satu perusahaan advertising di Kota Atlas. Akibat kejadian itu, tas berisi uang Rp 426 juta yang baru saja diambil dari Bank Jateng digasak pelaku. Aksi kejahatan itu terjadi di kawasan Jalan Pleburan, Kamis (26/4) sekitar pukul 14.30. Pelaku berjumlah dua orang mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter MX.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan,  kejadian itu berawal saat Anton Setyawan mengambil uang ke Bank Jateng Jalan Pemuda. Ia berangkat sendirian naik mobil Honda Brio bernopol H 8701 JP sekitar pukul 13.30.

Usai mengambil uang guna membayar gaji karyawan dan biaya operasional perusahaan, korban langsung kembali ke kantornya. “Setelah ambil uang, saya keluar dari bank, menuju mobil sekitar pukul 13.50. Kemudian saya perjalanan ke kantor untuk menyerahkan uang,” ujar Anton saat ditemui di kantornya, Jumat (27/4).

Sampai di lokasi kejadian, Anton mampir ke sebuah warung makan di Jalan Pleburan 8 Nomor 64. Saat meninggalkan mobilnya untuk makan, tas ransel berisi uang ia bawa. Selesai makan, ia kembali ke mobilnya. Namun saat hendak menjalankan mobilnya, pemilik toko kelontong di dekat TKP memberi tahu jika ban mobil korban kempes. Saat itu, kondisi jalan ramai, Anton memutuskan untuk mengecek di tempat yang relatif sepi.

“Mobil saya majukan sekitar 10 meter. Lalu saya cek, ternyata benar ban mobil sebelah kiri belakang kempes. Ada lubang besar yang tembus ke dalam ban, seperti bekas tusukan obeng ukuran besar,” ungkapnya.

Tanpa curiga, Anton meletakkan tas berisi uang di jok depan samping sopir. Selanjutnya, ia mengambil ban serep  untuk menggantinya. Nah, saat dirinya sibuk mengganti ban itu, ia dikejutkan teriakan warga kalau ada pencuri masuk ke mobilnya dan mengambil tas berisi uang Rp 426 juta tersebut.

“Warga ada yang berusaha memukul pelaku, tapi mereka lolos, dan kabur berboncengan mengendarai motor Jupiter MX. Mereka kabur ke arah Jalan Singosari,” tuturnya.

Saat itu, Anton dan warga berusaha mengejar. Namun upaya pengejaran tak membuahkan hasil. Tentu saja Anton panik dan bingung. Sebab, uang yang dibawa kabur pelaku akan dipakai untuk membayar gaji karyawan dan operasional perusahaan. Karena itu, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang.

Begitu menerima laporan, petugas Inafis dan Unit Resmob Polrestabes Semarang meluncur ke lokasi guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Anton menduga, sebelum kejadian itu, dirinya sudah dikuntit pelaku sejak mengambil uang di Bank Jateng.

“Saya menduga sudah dibuntuti. Soalnya, saya curiga dengan dua orang berpakaian lusuh yang terus memperhatikan saya di dalam bank saat ambil uang,” akunya.

Anton meyakini, jika kejadian yang menimpanya merupakan kejahatan modus pecah ban mobil. Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penelusuran Satuan Reskrim Polrestabes Semarang. “Saya menduga pelaku sengaja buat ban mobil saya kempes. Sepertinya ban mobil saya sengaja ditusuk obeng saat saya makan di warung,” katanya. (tsa/aro)