NYADRAN : Menjelang Ramadhan, ratusan warga  RT 05 RW 8 Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik melakukan nyadran di sendang Gede yang terletak di Desa Pucung, kemarin (27/4). (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
NYADRAN : Menjelang Ramadhan, ratusan warga  RT 05 RW 8 Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik melakukan nyadran di sendang Gede yang terletak di Desa Pucung, kemarin (27/4). (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Menyambut Ramadhan, warga Desa Pucung RT 5 RW 8 Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, menggelar ritual Nguras Sendang Gede, Jumat (27/4).

Dalam ritual warga berjalan menuju sendang dengan membawa nasi dan lauk pauk. Kemudian nasi tersebut diletakkan di atas daun pisang yang dipusatkan di sekitar sendang, kemudian warga membagikan makanan tersebut kepada masyarakat. Dalam ritual warga menyembelih 80 ekor ayam jago.

Sebelumnya Lurah Pudakpayung dan Camat Banyumanik masuk ke dalam sendang dan dilanjutkan dengan menyembelih ayam, darahnya dimasukkan ke dalam sendang. Setelah itu warga ramai-ramai menguras sendang sambil menangkap ikan lele.

“Nguras sendang ini sudah dilakukan lama sejak nenek moyang dan kami tinggal meneruskan acara nguras sendang ini,”  kata Ngasrin, tokoh masyarakat setempat.

Ritual Nguras Sendang ini sendiri dilakukan setiap Jumat Paing pada bulan Ruwah. Untuk ayam jago itu sendiri warga secara sukarela menyumbangkan ayam tersebut untuk dimakan bersama di sendang.

Nguras sendang itu sendiri sebagai bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat karena dapat bertemu dengan bulan Ramadhan yang merupakan bulan suci dan bulan yang penuh ampunan.

“Sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah karena dapat bertemu dengan Ramadhan dan bisa saling bersilaturahmi dengan warga lainnya,” katanya.

Salah seorang warga Istiqomah mengaku dengan mengikuti ritual nguras sendang ini dipercaya dapat terkabul semua keinginan dan diberi kesehatan agar bisa menjalankan ibadah puasa dengan baik tanpa ada halangan. (hid/zal)