MENYIMAK - Peserta simposium menyimak keterangan tentang jantung dari narasumber di RSUD Bendan Kota Pekalongan, Sabtu (28/4/2018). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
MENYIMAK - Peserta simposium menyimak keterangan tentang jantung dari narasumber di RSUD Bendan Kota Pekalongan, Sabtu (28/4/2018). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Penyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian utama di dunia dengan 16,7 juta kematian per tahun dan selalu mengalami peningkatan.

Untuk pencegahan dini dan waspada terhadap penyakit ini, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bendan Kota Pekalongan menggelar simposium “Update Coronary Artery Disease from Diagnostik to Intervention”, Sabtu (28/4/2018).

Dijelaskan Direktur RSUD Bendan dr Junaedi Wibawa, Msi Med, Sp.PK melalui kepala unit Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Farah Ayu Akhadia, di Indonesia sendiri 36 juta penduduknya mengalami penyakit jantung. Dan  80 persen di antaranya meninggal dunia karena serangan jantung mendadak.

“Penyakit jantung koroner atau biasa disingkat PJK ini menyerang perempuan dan laki-laki. Dengan persentase perempuan tidak sebesar laki-laki,” ucapnya saat membuka simposium.

Hal ini juga sebagai salah satu upaya RSUD Bendan Kota Pekalongan dalam rangka mengurangi angka kematian akibat penyakit jantung koroner. Dengan metode kuratif dan rehabilitatif melalui pelayanan kateterisasi jantung dan angiografi (cathlab).

Cathlab merupakan pelayanan yang dilakukan di laboratorium kateterisasi jantung dan angiografi untuk menentukan diagnostik penyakit jantung dan pembuluh darah. Selanjutnya dilakukan intervensi nonbedah sesuai indikasi secara minimal invasif melalui pembuluh darah dengan menggunakan kateter atau elektroda.

Narasumber yang mengisi acara tersebut adalah dr Hisyam Attamimi, Sp.JP.FIHA(K), dr  Bima Suryaatmaja,Sp.JP dan dr Muhammad Syarief, Sp.JP, serta dr Bair Ginting,Sp.BS. (han/lis)