Sadarkan Siswa Peduli Potensi Wisata Kendal

758
PROMOSI WISATA: Siswa SMK Harapan Mulya belajar jadi duta wisata di Wisata Kedung Pengilon, kemarin (26/4). (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PROMOSI WISATA: Siswa SMK Harapan Mulya belajar jadi duta wisata di Wisata Kedung Pengilon, kemarin (26/4). (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – SMK Harapan Mulya Kendal membuatkan gerakan SMK Harapan Mulya Peduli Wisata untuk menyadarkan siswa peduli akan dunia pariwisata Kendal. Salah satunya dengan memberikan pendidikan dan pelatihan menjadi duta wisata.

Kepala SMK Harapan Mulya, Muhammad Muhajirin mengatakan jika gerakan ini dilakukan selain menyadarkan siswa akan pentingnya dunia pariwisata juga untuk memberikan kecakapan pengetahuan siswa tentang wisata yang ada di Kendal.

“Jadi siswa bisa ikut mempromosikan wisata yang Kendal. Bahwa Kendal ini memiliki wisata yang luar biasa yang tak kalah dengan Kota Semarang atau kabupaten kota lainnya di jateng,” katanya, kemarin (26/4).

Gerakan SMK Harapan Mulya Peduli Wisata ini dilakukan dengan menggandeng KNPI Kendal dan Padepokan Harimau Putih. Dimana para siswa diterjunkan ke sejumlah lokasi wisata di Kendal. “Mereka bisa explore pengetahuan mereka tentang wisata di Kendal. Berfoto di spot-spot wisata dan meng-upload di media sosial. Sehinga sekaligus jadi ajang promosi wisata Kendal,” Jelasnya.

Dengan gerakan ini, sekaligus nantinya kedepan mereka bisa menjadi duta wisata dari Dinas Pariwisata Kendal, Provinsi ataupun Kementrian Pariwisata. “Dari geraka ini, para siswa sudah memiliki bekal tata cara menjadi duta wisata,” tambahnya.

Kemarin para sejumlah siswa diterjunkan Wisata Kedung Pengilon. Salah satu wisata alam yang baru saja ditemukan oleh Pokdarwis Desa Jatirejo dan Tunggulsari, Kecamatan Ngampel.  Ketua Pokdarwis Wisata Kedung Pengilon, Solikin mengaku senang dengan kegiatan SMK Hararapan Mulya. Dengan kegiatan tersebut menurutnya para siswa bisa ikut mempromosikan wisata alam Kedung Pengilon.

“Sejauh ini wisata ini belum diresmikan. Karena masih proses SK Bupati dengan persetujuan dari Dinas PU dan Perhutani. Dengan adanya promosi wisata bisa menarik wisatawan baik lokal maupun luar daerah untuk datang ke Kedung Pengilon,” katanya.

Diakuinya sejak beroperasinya Kedung Pengilon sebagai tempat wisata telah memberikan dampak luar biasa bagi warga desa. Terutama untuk dampak ekonomi, dimana warga bisa berjualan makanan dan souvenir bagi pengunjung. “Jumlah pengunjung sendiri mencapai 5.000 pengunjung perbulan,” tambahnya. (bud/bas)