Oleh : Dra. Dyah Laksmi Tejaningsih, M.Pd
Oleh : Dra. Dyah Laksmi Tejaningsih, M.Pd

RADARSEMARANG.COM – PEMBELAJARAN Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di dalam kelas dirasakan oleh sebagian besar siswa sangat membosankan, waktu pelajaran dirasakan lama, dan yang ditunggu siswa hanya bel pergantian pelajaran, agar cepat berlalu pelajaran tersebut. Beberapa metode pembelajaran digunakan untuk membunuh kebosanan siswa dalam mengikuti pelajaran IPS. Selain menggunakan metode yang bervariasi, untuk menumbuhkan semangat belajar guru  menggunakan slogan/yel-yel sebagai penyemangat dalam pelajaran IPS.

IPS memiliki slogan/ yel-yel sebagai penyemangat siswa dalam pembelajaran di sekolah. Slogan tersebut diambil dari singkatan IPS yaitu I : Ingin Tahu, P : Pasti Bisa, S : Siapa Takut. Namun slogan yang sudah dipakai oleh banyak guru hanya sebatas slogan penyemangat siswa dalam awal pembelajaran saja. Pada kenyataannya guru dalam pembelajaran masih menggunakan metode pembelajaran yang kurang/tidak membuat suasana siswa Ingin tahu, memberi kesempatan siswa untuk percaya diri pasti bisa mengerjakan/menyelesaikan masalah pembelajaran dan tidak takut dalam mengerjakan tantangan tugas dalam pembelajaran. Untuk menjawab atau merealisasikan tantangan dari slogan tersebut guru harus memilih metode pembelajaran yang tepat. Penugasan pembuatan Power Point oleh siswa bisa merealisasikan slogan IPS tersebut.

Siswa diberi tugas kelompok untuk membuat Power Point secara berkelompok dengan materi pembelajaran yang telah ditentukan oleh guru. Siswa diberikan waktu untuk browsing materi dan menyusun hasil browsingnya ke dalam Power Point, yang nantinya akan di presentasikan di depan kelas oleh kelompok tersebut. Materi yang di Browsing ditentukan oleh guru, sebagai penambah kekayaan dari materi dan memperluas pengetahuan dari buku paket yang dipelajari. Tujuannya pembelajaran ini adalah menumbuhkan rasa keingintahuan siswa. Guru juga memberikan semangat siswa bahwa mereka bisa mengerjakannya, dengan memberikan contoh gambaran Power Point yang sudah jadi. Meyakinkan bahwa mereka pasti bisa membuat dan menghasilkan yang lebih bagus. Dengan kepercayaan diri siswa bisa menyusun bahan presentasi Power Point  yang hasilnya sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Apabila siswa masih ragu guru menyerukan bersama-sama slogan IPS dan disambut oleh siswa ,I… Ingin tahu, P….Pasti bisa, S….Siapa takut, hal tersebut untuk membakar semangat siswa dalam mengerjakan tugas.

Pembelajaran dengan penayangan Power Point yang dilaksanakan lebih berwarna, siswa lebih antusias dan percaya diri dalam presentasi di depan kelas. Mereka bangga bisa membuat presentasi yang bagus, dan siap berkompetisi dalam penilaian, menyiapkan pertanyaan untuk kelompok yang presentasi, dan kelompok yang berpresentasi siap menjawab pertanyaan yang diajukan. Guru berperan sebagai moderator atau menunjuk siswa untuk menjadi moderator. Untuk mengendalikan suasana kelas agar lebih terarah guru menyiapkan lembar kerja yang diisi kelompok yang tidak berpresentasi. Pembelajaran berlangsung menyenangkan, menumbuhkan keingintahuan siswa. Jalannya pembelajaran terasa cepat dan mengasikkan jauh dari kebosanan. Setiap pergantian kelompok diserukan slogan/yel-yel IPS, sebagai penyemangat pembelajaran.

Pembelajaran ini juga memudahkan guru, dalam pembelajaran ini guru bisa melakukan peniliaian  untuk nilai produk (hasil dari Power Point), nilai lisan (pada waktu presentasi) dan nilai tulis (hasil pengerjaan lembar kerja). Disamping nilai pengetahuan diatas guru bisa memasukkan nilai sikap dari pembelajaran ini. Sebelum dicoba biasanya siswa ragu untuk bisa membuat tayangan Power Point, namun setelah dilaksanakan siswa menjadi senang dan asyik, bahkan menumbuhkan sikap kompetitif dalam pembelajaran, karena dianggap oleh siswa hal tersebut merupakan pembelajaran yang kekinian dan modern. Ingin tahu, Pasti bisa, Siapa takut bisa direalisasikan dengan penugasan pembuatan Power Point oleh siswa. (*/bas)

SMP Negeri 1 Mojotengah, Wonosobo