33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Hukum Pakaian Kedap Air Terkena Kencing

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Bapak DR. KH. Ahmad Izzuddin, M. Ag di Radar Semarang yang saya hormati dan dimuliakan oleh  Allah SWT. Saya ingin bertanya, bila ada kejadian air kencing menetes pada pakaian yang antiair apakah pakaian tersebut masih najis atau tidak? Mengingat untuk pakaian dengan bahan antiair tidak menyerap air kencing tersebut. Demikian pertanyaan saya, terima kasih atas penjelasan dan jawaban bapak. Wassalamu’alaikum Warahmatullah

                                 Atin, di Semarang 081215272xxx

Jawaban

Wa’alaikumussalam Warahmatullah Terima kasih kepada Ibu Atin di Semarang. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Adapun ulasan jawaban pertanyaan tersebut sebagai berikut:

Pakaian antiair atau disebut pula pakaian hydrophobic pada umumnya terbuat dari kain lembut berlapis dengan menggunakan teknologi nano. Kain yang dilengkapi dengan elemen teknologi nano pada seratnya ini dilapisi partikel silika mikroskopis yang biasa disebut kain polister, yang membuatnya menghalangi adanya udara kecil di sekitarnya. Sehingga, cairan seperti keringat atau sirup tidak akan terserap dan hanya akan membentuk semacam “manik-manik” yang perlahan meluncur seperti air hujan yang membasahi kaca jendela. Dengan demikian cairan seperti kencing dan semacamnya juga tidak akan terserap pada kain tersebut, namun istilah tidak terserap bukan berarti tidak menempel atau tidak terdapat zat yang melekat pada kain tersebut.

Oleh karena itu dalam hukum Islam, mayoritas ulama sepakat suatu hal dapat dikatakan suci apabila tidak terdapat najis baik bersifat aini (yang nampak zatnya baik bau, rasa, maupun warnanya) maupun hukmi (yang tidak nampak warna, bau dan rasanya) yang dapat menghalangi sahnya salat. Untuk najis aini maka cara mensucikannya adalah dengan menghilangkan sifat najis yang masih ada. Adapun najis hukmi, maka cara menyucikannya adalah dengan mengalirkan air pada benda yang terkena najis tersebut.

Apabila dianalogikan dengan kasus najis pada pakaian antiair di atas, ketika tidak terdapat bau, rasa ataupun bekas air kencing pada pakaian yang terkena tetesan kencing tersebut maka dihukumi secara hukmi, dengan demikian tetap dianggap terdapat najis namun cara mensucikannya cukup dengan mengaliri air pada bagian pakaian yang terkena kencing saja. Apabila terdapat bau, rasa ataupun bekas kencing pada pakaian tersebut, maka dihukumi secara aini, dan cara mensucikannya adalah dengan menghilangkan sifat najis yang masih ada sampai hilang sifat-sifat dan zatnya.

Demikian jawaban yang dapat saya sampaikan semoga ada manfaatnya dan barokah. Amin. Wallahu a’lam bishshowab. (*/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Warga Diminta Waspadai Ideologi Berbahaya

BATANG-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang meminta warganya agar mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya dan mewaspadai gerakan atau pikiran yang mencoba merongrong ideologi Pancasila. Salah satunya dengan menjaga...

Perdalam Pemahaman Siswa dengan  Rotating Trio Exchange

RADARSEMARANG.COM - KEBERHASILAN proses belajar mengajar diukur dari seberapa jauh hasil belajar yang dicapai oleh siswa. Hasil belajar siswa yang tinggi mengindikasikan keberhasilan proses...

Wali Kota Hendi Bawa Semarang Raih WTP

SEMARANG - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akhirnya memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Semarang Tahun Anggaran 2016....

Pekerjakan Anak, Akan Dipenjarakan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang akan menindak tegas setiap orang yang mempekerjakan anak di bawah umur, gelandangan, dan pengemis. Sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor...

Tambah Stok Uang Akhir Tahun

RADARSEMARANG.COM - Petugas Polda Jawa Tengah mengamankan kedatangan uang kertas di Stasiun Semarang Tawang, Minggu (24/12). Bank Indonesia memastikan stok uang tunai untuk kebutuhan...

Gubernur LIRa Terima Vonis 10 Tahun

SEMARANG - Advokat yang juga Gubernur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRa) Jawa tengah, Budi Kiatno menerima vonis 10 bulan penjara atas...