33 C
Semarang
Sabtu, 15 Agustus 2020

Bappeda Matangkan Skema Penurunan Kemiskinan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemprov Jateng telah menyiapkan tujuh program kerja yang menjadi fokus Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2019. Yakni pengentasan kemiskinan, pembangunan ekonomi berdaya saing ekspor, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta penguatan ketahanan pangan dan energi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Jateng, Sudjarwanto Dwiatmoko menjelaskan, ketujuh program kerja tersebut telah digodog dan disetujui lewat musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang).

Khusus untuk percepatan penurunan angka kemiskinan daerah, Sujarwanto mengaku sudah menyiapkan skema khusus.

“Pertama adalah klaster yang digunakan untuk penanganan masyarakat miskin absolut. Penanganan di kelompok ini perlu upaya besar untuk menekan jumlahnya,” ujarnya, Kamis (26/4).

Di klaster pertama ini, pihaknya menyiapkan kemudahan mengakses pangan, sandang dan papan. Upaya yang akan ditempuh antara lain penyediaan makanan bergizi dan beras untuk keluarga sejahtera (rastra), pembangunan rumah layak huni, dan akses gratis untuk pelayanan kesehatan dan pendidikan.

Untuk penanganan klaster kedua adalah memberikan akses permodalan dan pekerjaan yang mudah. Dalam penyediaan akses permodalan, terutama untuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pemprov menggandeng PT Jamkrida Jateng.

Sudjarwanto mengklaim, program yang melibatkan PT Jamkrida tersebut sudah membantu ratusan ribu UMKM baru mendapatkan akses permodalan. Berdasarkan data yang diperolehnya, hingga saat ini telah terdapat kurang lebih 130 ribu UMKM yang dijamin dengan dana yang mencapai Rp1 triliun.

Di sisi lain, Bappeda Jateng mencatat terdapat kurang-lebih 823 desa di provinsi ini yang masuk dalam zona merah kemiskinan pada tahun 2018 ini. Desa-desa pada kelompok tersebut tersebar di 15 kabupaten/kota dengan jumlah paling besar di Kabupaten Klaten dengan 88 desa,  Banyumas dengan 72 desa, dan Cilacap dengan 71 desa.

Kepala Sub-Bidang Pemerintahan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Bappeda Jateng, Arief Boedijanto menambakhkan, pihaknya akan melakukan pemetaan masalah di 823 desa tersebut agar mendapatkan penanganan dan prioritas program yang tepat.

Meski mengalami penurunan pada tahun 2017 lalu, tingkat kemiskinan di Jateng masih menjadi yang tertinggi kedua setelah DIY di Pulau Jawa. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Jateng per September 2017 mencapai 12,23 persen. (amh/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Makanan Tradisional, Inspirasi Siswa Cinta Budaya

RADARSEMARANG.COM - PROVINSI Jawa Tengah yang terdiri atas 35 kabupaten dan kota banyak ditemui kuliner khas. Hampir di setiap daerah memiliki kuliner khas, berupa...

Sedot Wisatawan, Gelar Pantura Expo Tourism

RADARSEMARANG.COM, BATANG -  Pada Oktober 2018 Pemerintah Kabupaten Batang bersama Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Batang akan mengadakan Pantura Expo Tourism 2018. Rencana tersebut menindaklanjuti program...

Beri Kebebasan Namun Bertanggungjawab

RADARSEMARANG.COM - Sebagai pemimpin dan pemilik Bob Horo & Partners, sebuah peusahaan yang bergerak di bidang advokasi, legal konsultan dan legal auditor perusahaa, Bob...

KUD Usaha Mina Gugat Dinas Kelautan dan Perikanan

"Pelelangan Ikan yang dilakukan oleh penggugat dihentikan kemudian di ambil alih oleh tergugat." Andi Dwi Oktavian, Kuasa Hukum Soenarno SEMARANG-Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Semarang...

Bupati Buka Peluang Pasar Batik ke Rusia

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mendapat kehormatan untuk menyerahkan batik Pekalongan untuk menjadi salah satu koleksi di The State Museum of Oriental...

Tak Gampang, Butuh Riset dan Referensi

BUTUH riset untuk menciptakan beragam tarian. Sebagaimana yang dilakukan dosen seni dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), Bintang Hanggoro Putro saat menciptakan Tari Denok pada...