Saksi Pergi ke Eropa, Sidang Ditunda

378
KOORDINASI: Terdakwa Priyono saat berkordinasi dengan kuasa hukumnya di kantin Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KOORDINASI: Terdakwa Priyono saat berkordinasi dengan kuasa hukumnya di kantin Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COMSEMARANG – Sidang dugaan penerimaan hadiah uang pengurusan hak atas tanah mencapai Rp 8,6 miliar dari pihak ketiga dengan terdakwa mantan Kepala Kantor Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang, Priyono, yang digelar di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (25/4). Pasalnya, dua saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) gabungan dari Kejagung dan Kejati Jateng tidak datang.

Kedua saksi tersebut adalah Cinta Ery Asmara alias Rieke, dan manajemen Bank Central Asia (BCA) Jakarta. Keduanya beralasan sedang di luar kota dan Eropa. Sedianya Cinta akan diperiksa terkait sejumlah uang yang mengalir ke dirinya. Dia juga diduga sebagai orang spesial terdakwa Priyono.

“Sidang ditunda. Cinta alasan ke Eropa. Untuk BCA diperiksa terkait transaksi keuangan,  rencana kami akan hadirkan ahli PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) dalam sidang selanjutnya, ” kata JPU gabungan yang diwakili Musriyono dan Fatoni Hatam kepada Jawa Pos Radar Semarang usai sidang.

Musriyono menyebutkan, sebelum sidang, keduanya sudah dikirimi surat resmi,  namun keduanya tidak hadir.  “Cinta sudah 2 kali tidak hadir,  katanya minggu depan baru bisa hadir, terkait pemeriksaan Cinta,  nanti saja biar diurai dalam persidangan, ” ungkapnya.

Menyikapi penundaan itu, kuasa hukum terdakwa,  Hono Setiadi mengaku tidak keberatan. Ia mengatakan,  sepenuhnya menyerahkan kepada proses sidang dan akan mengikuti proses hukum yang ada.

“Tidak keberatan,  kami akan mengikuti proses hukum yang ada,” kata Hono Setiadi singkat.

Dalam persidangan terungkap adanya dugaan uang mengalir ke tiga saksi dan keterlibatan PT Indo Permata Usahatama (IPU) yang merupakan perusahaan milik Achiok. Hal itu diketahui setelah memeriksa 3 saksi yakni,  Agung Wibowo, mantan karyawan PT IPU; Arif Sabtara  Triwibawa saudara terdakwa, dan Eko P yang merupakan mantan karyawan Hotel Grand Mandarin Pekalongan. (jks/aro)