SERAP ASPIRASI : Ketua Komisi C DPRD Kota Magelang, Evin Sapta Kamil menyerap aspirasi masyarakat saat reses Rabu (25/4) malam di balai Kelurahan Magelang, Magelang Tengah. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)
SERAP ASPIRASI : Ketua Komisi C DPRD Kota Magelang, Evin Sapta Kamil menyerap aspirasi masyarakat saat reses Rabu (25/4) malam di balai Kelurahan Magelang, Magelang Tengah. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Ketua Komisi C DPRD Kota Magelang, Evin Sapta Haryanto Kamil diwaduli warga Kelurahan Magelang saat reses 2 masa sidang 2018. Warga menyampaikan tanah adanya tanah labil di wilayah tersebut. Warga juga meminta dewan mendorong pemerintah membuat talut di sepanjang aliran Sungai Progo Magelang Tengah.

Salah satu warga RT 2 RW 12 Kelurahan Magelang, Sumardi Widodo, mengungkapkan di Kelurahan Magelang ada beberapa warga yang terancam kehilangan tempat tinggal karena kontur tanahnya yang labil. Menurutnya, cepat atau lambat kerusakan rumah akan terjadi mengingat kontur tanah serta cuaca yang tidak menentu.

“Kami harap dewan, terutama Pak Evin bisa mendorong pemerintah agar segera bertindak cepat sehingga tidak ada korban nantinya. Kami meminta agar pemerintah bisa mencarikan solusi tepatnya,” ujar Sumardi dalam reses yang berlangsung di Balai Kelurahan Magelang, Kecamatan Magelang Tengah Rabu (25/4) malam.

Sumardi juga meminta agar pemerintah bisa membuat tanggul di wilayah Magelang Tengah, terutama daerah aliran Sungai Progo karena kondisinya semakin tergerus. Sumardi menuturkan, pembuatan talut sangat diperlukan mengingat jarak rumah warga dengan sungai setiap tahun menyempit hingga hanya menyisakan jarak sekitar 3 meter.

“Harapan kami, dewan bisa menjembatani untuk disampaikan kepada pemerintah,” beber Sumardi.

Ketua Komisi C DPRD Kota Magelang, Evin Sapta Haryanto Kamil meminta warga agar bersabar dan pasti akan diberikan solusi terbaik. Evin mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan meninjau ke lokasi yang dimaksud agar memahami teknis penyelesaiannya.

“Namun demikian, kami berharap warga bisa bersabar karena nantinya permasalahan ini ditampung dan disampaikan kepada instansi terkait. Jika memang dipandang sangat urgent dan anggaran bisa dimasukkan dalam perubahan maka bisa segera ditangani. Tetapi jika dipandang masih belum perlu namun akan tetap kami sampaikan ke pemerintah untuk solusinya,” imbuh Evin. (had/lis)