Grafis (Rizky Janu/Jawa Pos)
Grafis (Rizky Janu/Jawa Pos)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Pengangguran menjadi salah satu permasalahan terkait pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Meski lapangan pekerjaan ada, namun tidak semua pengangguran bisa mengaksesnya.

Plt Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko mengatakan, tingkat pengangguran terbuka di Jateng pada tahun lalu sebesar 4,52 persen. Angkanya memang tidak terlalu tinggi. Tapi ketika lapangan kerja terbuka, belum tentu mereka yang menganggur bisa mengaksesnya.

“Hal tersebut karena di dalamnya ada permasalahan keterampilan. Dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang relatif masih rendah daya saingnya ini, agak sulit mencapai pertumbuhan ekonomi yang signifikan,” ujarnya di sela Komunikasi dan Diseminasi Kebijakan Bank Indonesia di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rabu (25/4) kemarin.

Terkait hal tersebut, sejumlah upaya dilakukan. Di antaranya meningkatkan keterampilan baik melalui pendidikan formal untuk jangka panjang serta pendidikan vokasi melalui berbagai pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah provinsi bekerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota.

“Untuk pembukaan pabrik sepatu yang membutuhkan sekitar 7.000 karyawan, misalnya. Tidak mudah merekrut tenaga kerja yang terampil menjahit dan beberapa persyaratan lainnya. Disitu kami bersinergi dengan dunia usaha untuk memberikan pelatihan,” ujarnya.

Ia berharap dengan sinergi tersebut, tak hanya  investasi dan lapangan kerja saja yang semakin terbuka, tapi masyarakat juga bisa mengakses kesempatan tersebut, memiliki penghasilan, memiliki daya beli untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari yang juga dihasilkan oleh warga sendiri. “Dengan demikian, perekonomian akan berputar, sehingga tingkat konsumsi dan kesejahteraan juga meningkat,” ujarnya. (dna/ida)