BUKA REKENING : Salah seorang nasabah membuka rekening di Agen B-Tunai, kawasan Sompok. Jumlah agen Laku Pandai terus ditingkatkan guna menjangkau masyarakat lebih luas. (NURUL PRATIDINA / JAWAPOS RADAR SEMARANG)
BUKA REKENING : Salah seorang nasabah membuka rekening di Agen B-Tunai, kawasan Sompok. Jumlah agen Laku Pandai terus ditingkatkan guna menjangkau masyarakat lebih luas. (NURUL PRATIDINA / JAWAPOS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–PT Bank Bukopin Tbk menargetkan 124 agen Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif) yang beroperasi di wilayah Jawa Tengah pada tahun 2018 ini. Hal ini guna menjangkau lebih banyak nasabah.

Direktur Bank Bukopin, Rivan A Purwantono mengatakan bahwa masih ada beberapa wilayah di Jawa Tengah yang belum tersentuh dan cukup potensial. Di antaranya Tegal, Kudus, Boyolali, Pati, Purbalingga dan Banjarnegara, termasuk Semarang dan sekitarnya.

Branchless banking ini sebagai sarana kami dalam menjangkau masyarakat, khususnya yang unbanked dan berdomisili di daerah untuk mendapatkan layanan perbankan,” ujarnya di sela kegiatan ‘Ayo Nabung Mudah’ di salah satu agen B-Tunai di kawasan Sompok, kemarin.

Layanan tersebut meliputi pembukaan tabungan, setoran tunai, penarikan tunai, transfer dana, pembayaran tagihan hingga asuransi mikro. “Dengan adanya para agen laku pandai, tahun ini diharapkan terdapat pertumbuhan hingga seribu nasabah dibanding tahun lalu,” ujarnya.

Salah satu upaya lain untuk menggenjot pertumbuhan nasabah yaitu dengan program ‘Ayo Nabung Mudah’ bagi para agen B-Tunai. Dalam program yang digelar mulai 1 Februari hingga 30 Juni ini, agen mendapatkan apresiasi berupa insentif uang tunai sebesar Rp 25.000 per penambahan satu nasabah.

“Selain itu agen laku pandai kami juga mendapatkan berbagai keuntungan lain. Diantaranya sejumlah biaya administrasi yang bisa mereka dapatkan,”ujarnya.

Ia menambahkan, meski jumlah agen laku pandai terus ditingkatkan, namun tetap ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Diantaranya warga negara Indonesia, lokasi di daerah bisnis, tidak di blacklist Bank Indonesia serta memiliki tempat dan kemampuan finansial. (dna/ida)