BERDOA : Cawagub Jateng, Ida Fauziyah saat berziarah ke makam Sunan Pandanaran. (ISTIMEWA)
BERDOA : Cawagub Jateng, Ida Fauziyah saat berziarah ke makam Sunan Pandanaran. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, KLATEN-Calon Wakil Gubernur Jateng, Ida Fauziyah berziarah ke makam Sunan Pandanaran, di Bayat, Kabupaten Klaten. Sunan Pandanaran merupakan bupati kedua Semarang. Ini terkait dengan sejarah Kota Semarang dan penyebaran awal agama Islam di Jawa.

Sosok yang juga dikenal dengan Sunan Bayat tersebut rela meninggalkan jabatannya sebagai bupati dan memilih memperdalam sekaligus menyebarkan syiar agama.

Ida Fauziyah mengatakan, ziarah tersebut menjadi bagian untuk mengenang dan menghormati jasa Sunan Pandanaran yang dikenal dengan nama Pangeran Mangkubumi ini. “Banyak hal yang bisa kita teladani dari Sunan Pandanaran. Ini sebagai salah satu upaya agar kita selalu mengenang jasa-jasa beliau,” ujarnya.

Sebelum ziarah ke makam, mantan ketua umum Fatayat NU ini melakukan silaturahmi dengan ribuan jamaah pengajian Haul Akbar Sunan Pandanaran. Acara tersebut digelar pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Bayat, di kawasan makam Sunan Pandanaran.

Dalam kesempatan itu, Ida juga sempat dikenalkan panitia acara Mujiburrahman kepada jamaah pengajian. Panitia juga menyampaikan, Ida Fauziyah juga meminta doa restunya. “Bu Ida ini NU-ne tulen,” katanya.

Ida sendiri saat tercatat sebagai Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PBNU. Ida menambahkan, ziarah tersebut memberikan inspirasi. Meski telah memiliki jabatan sebagai bupati, Sunan Bayat tetap tak berhenti menuntut ilmu spiritualnya. “Beliau juga sosok yang takdzim, patuh pada gurunya yakni Sunan Kalijaga untuk meninggalkan duniawi dan mencurahkan sisa hidupnya untuk dakwah,” tambahnya. (fth/ida)