MINTAI KETERANGAN : Petugas Polsek Kajen memintai keterangan dua tersangka pencurian sepeda motor. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
MINTAI KETERANGAN : Petugas Polsek Kajen memintai keterangan dua tersangka pencurian sepeda motor. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Petugas Polsek Kajen berhasil meringkus dua pelaku pencurian sepeda motor. Yakni Nurasiah alias Fani, 39, seorang ibu rumah tangga warga Desa Sanganjoyo, Kecamatan Kajen, dan Rasmito alias Yanto, 36, seorang pedagang yang tinggal di Desa Tengeng Wetan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Selasa (24/4).

Keduanya telah berkomplot mencuri sepeda motor milik Dani Prasetyo, 17, seorang pelajar warga Desa Kalipancur, Kecamatan Kajen, yang pada hari Senin (23/4), sedang bermain game online.

Peristiwa bermula ketika Nuraisah meminjam motor Honda Beat, nopol G-5171-WK milik Dani Prasetyo, yang saat itu sedang bermain game online. Dengan alasan meminjam untuk berbelanja di Pasar Kajen, pada pukul 11.00 WIB.

Nuraisah mengembalikan motor pada pukul 15.30 WIB, namun motor tersbut tidak dikunci stang dan berada di sebelah rumah. Setelah itu Nuraisah kembali ke rumah dan sempat ngobrol bersama dengan Dani hingga pukul 17.15 WIB.

Namun saat Dani hendak pulang ke rumah, tidak menemukan motor yang diparkir Nuraisah di sebelah rumah temannya. Dani pun akhirnya melapor ke Polsek Kajen.

Berdasarkan laporan Dani tersebut, Unit Reskrim Polsek Kajen, Senin (23/4) kemarin malam, akhirnya menangkap dan mengamankan dua pelaku pencurian, yang di garasi rumah salah satu warga Desa Sanganjoyo, Kecamatan Kajen, Kabupaten pekalongan.

Pelaku yang diamankan yakni Nuraisah, dan Rasmito alias Yanto, 36, seorang pedagang yang tinggal di Desa Tengeng Wetan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan.

Kasubbag Humas Iptu Akrom, mengatakan petugas langsung menindaklanjuti laporan dengan terjun langsung ke TKP.  Dari informasi di lapangan, ada saksi yang melihat tersangka Nuraisah beberapa waktu lalu menduplikatkan kunci sepeda motor.

“Dari situlah petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap Nuraisah, dan didapat keterangan bahwa dirinya  sudah merencanakan aksi pencurian sepeda motor tersebut,” ungkap Iptu Akrom.

Iptu Akrom menambahkan, dalam aksi pencurian tersebut, tersangka Nuraisah hanya bertugas menduplikatkan kunci.  Kemudian kunci hasil duplikat di taruh di bagasi bawah stang, supaya mempermudah rekannya, Rasmito, melancarkan aksinya.

“Dari hasil pemeriksaan sementara Nuraisah dan Rasmito nekat melakukan perbuatan tersebut, karena butuh uang guna untuk tambahan modal usaha,” kata Iptu Akrom. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan hukumannya maksimal 7 tahun penjara. (thd/zal)