RATA TANAH : setelah sebelumnya menolak untuk dibongkar, satu bangunan  PKL di Jalan Unta Raya yang digunakan untuk salon kecantikan akhirnya dibongkar oleh petugas gabungan, Rabu (25/4). (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
RATA TANAH : setelah sebelumnya menolak untuk dibongkar, satu bangunan  PKL di Jalan Unta Raya yang digunakan untuk salon kecantikan akhirnya dibongkar oleh petugas gabungan, Rabu (25/4). (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Sebuah bangunan yang masih berdiri di bantaran sungai Banjir Kanal Timur (BKT) di Jalan Unta Raya, dibongkar paksa oleh petugas gabungan dari Dinas Perdagangan dan Satpol PP Kota Semarang, Rabu (25/4).

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, mengatakan sebenarnya yang mempunyai wewenang dalam kegiatan ini adalah Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, namun hingga sampai saat ini masih belum bergerak sehingga melalui rapat koordinasi dengan beberapa pihak akhirnya disepakati bekerjasama dengan Satpol PP untuk melakukan pembongkaran. “Sejak awal itu dari muara sampai tempat ini tidak ada masalah dan hanya satu ini saja,” katanya.

Terkait bukti dengan pengakuan pemilik rumah yang mempunyai sertifikat, Fajar meyakini jika BPN tidak mengeluarkan sertifikat kepemilikan rumah di bantaran sungai yang merupakan milik negara.

“Mau menggugat tidak masalah itu bagianya hukum, yang jelas mari kita mendukung program pemerintah,” tegasnya.

Semua penghuni yang berada di bantaran BKT akan segera dipindahkan ke Rusunawa Kudu. Sementara itu untuk tiga kelurahan yang telah terkena proyek normalisasi BKT akan dilakukan pembongkaran yakni Kelurahan Bugangan pada 3 Mei 2018, Kelurahan Mlatiharjo 4 Mei 2018 dan Kelurahan Karangtempel setelah lebaran pada tahun ini.

“Program dari pemerintah ini baik suka tidak suka, mereka tetap harus lapang dada, karena ini merupakan tanah negara,” tandasnya. (hid/zal)