Belajar Tata Krama dari Ketoprak

379
Diyah Laras Santi (DOKUMEN PRIBADI)
Diyah Laras Santi (DOKUMEN PRIBADI)

RADARSEMARANG.COM – DIYAH Laras Santi telah akrab dengan dunia seni sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Kian lama ia mengaku semakin jatuh cinta di bidang ini, seiring dengan banyaknya manfaat yang didapat.

“Saya belajar menari sejak kelas 4 SD, kali pertama belajarnya tari kreasi. Setelah SMP, baru mulai belajar tari klasik, kemudian saat kuliah tambah lagi gabung di grup ketoprak,”ujar mahasiswi jurusan Bahasa dan Sastra Jawa, Universitas Negeri Semarang (UNNES) ini.

Kali pertama berlatih, Diyah mengaku terbawa oleh lingkungan keluarga yang juga menyukai seni. Namun lama-kelamaan, perempuan asal Temanggung ini menemukan keasyikkan tersendiri dalam seni tradisional yang digelutinya.

“Melalui tari, saya belajar percaya diri, luwes, sabar dan olahraga juga. Sedangkan dari ketoprak saya belajar mengolah emosi dan rasa, termasuk juga tata krama dan sopan santun,”kata karyawati The W Cafe ini.

Untuk lebih mendalami seni tersebut, Diyah bergabung dengan beberapa komunitas. Sehingga tak jarang ia diminta untuk pentas, baik untuk acara di kampung halaman maupun di acara-acara kampus atau pentas lainnya.

“Saya sudah membulatkan tekad untuk mencintai seni tradisional ini. Harapannya, bisa menular ke anak-anak muda lainnya,” ujarnya. (dna/aro)