Batang Bangun Republik Jeruk

288
KEMBANGKAN POTENSI : Bupati Batang Wihaji menjadi sopir motor roda 3, saat berkeliling kebun di  Balai Benih Holtikultura ( BBH ) Clapar Kecamatan Subah, Batang, Rabu ( 25/4). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
KEMBANGKAN POTENSI : Bupati Batang Wihaji menjadi sopir motor roda 3, saat berkeliling kebun di  Balai Benih Holtikultura ( BBH ) Clapar Kecamatan Subah, Batang, Rabu ( 25/4). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Memiliki lahan pertanian yang potensial, serta guna mendukung tahun kunjungan wisata 2022 Batang Heaven of Asia, Pemerintah Kabupaten Batang menggandeng Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian, membangun Republik Jeruk. Sebuah kawasan agrobisnis dan agrowisata tanaman jeruk.

Tidak tanggung-tanggung, Pemkab Batang yang bekerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika Kota Batu, Jawa Timur, mendapat bantuan sebanyak 35.335 bibit jeruk. Penyerahan bibit dan penanaman sebagian bibit berlangsung di Balai Benih Holtikultura (BBH) Clapar Kecamatan Subah Batang, Rabu ( 25/4).

Plt Bappelitbang Kabupaten Batang, Lany Dwi Rejeki mengatakan, kegiatan tersebut berdasarkan kesepakatan Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian RI di bawah koordinasi pusat penelitian holtikultura, yang di laksanakan oleh Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika Kota Batu yang memberikan bibit jeruk bebas penyakit secara gratis.

Bibit yang telah dikirim baru sejumlah 21.260 batang dari total bantuan 35.335 batang. Terdiri dari empat varietas, yaitu Siam, Pontianak, Siam Madu, Keprok Terigas dan Keprok RGL. Sisanya akan dikirim lagi pada bulan November 2018.

“Bibit jeruk ini diharapkan dapat mendorong bertambahnya areal pertanaman jeruk seluas 70 hektare. Dan ini jumlah cukup besar yang membutuhkan kerja keras bersama agar slogan Republik Jeruk dapat sukses,” jelas Lani.

Selain itu, katanya, Pemkab Batang juga mendapat dukungan bimbingan teknologi oleh para ahli dan berupa demplot. Yang terletak di tiga  kecamatan yaitu Kecamatan Warungasem, Reban dan Bawang.

Bupati Batang Wihaji menambahkan, mayoritas masyarakat Batang adalah petani, sehingga sangat cocok dengan pengembangan kawasan jeruk. Dengan harapan Balai Benih Holtikultura milik Pemkab dapat dimaksimalkan dengan menanam jeruk yang dibantu gratis.

“ Balai Benih Holtikulura ( BBH )  Ini bisa dijadikan agrowisata baru yang sudah di masukan Perda sebagai bagian tempat wisata dan tempat edukasi bagi masyarakat,” Kata Wihaji

Menurutnya, Kabupaten Batang memiliki sejarah kejaayaan tanaman buah jeruk, sehingga bantuan tanaman jeruk tersebut bisa mengembalikan kejayaanya, karena hanya butuh keseriusan bersama dan kerja keras bersama.

“Kami juga berharap kepada masyarakat yang menerima bantuan bibit jeruk bisa dijadikan sentra jeruk di arah tempat wisata. Sehingga masyarakat yang wisata juga bisa mampir di kebun jeruk yang berada di 12 Kecamtan Batang,” harap Wihaji. (han/zal)