DIPERMUDAH: Siswa di MTs At Thosari di Kalirejo Ungaran melakukan salat Duha dan berdzikir bersama sebelum mengerjakan Ujian Nasional (UN), kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIPERMUDAH: Siswa di MTs At Thosari di Kalirejo Ungaran melakukan salat Duha dan berdzikir bersama sebelum mengerjakan Ujian Nasional (UN), kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Data Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang menyebutkan jumlah peserta UN SMP 2018 di Kabupaten Semarang adalah 13.579 siswa.

Jumlah tersebut terdiri dari 10.873 siswa SMP dan 2.706 siswa MTs. Untuk yang melaksanakan UNBK (berbasis komputer) ada 30 SMP dengan peserta 4.221 dan MTs ada 18 sekolah dengan peserta 1.758 anak.

Sedangkan peserta Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) di Kabupaten Semarang berjumlah 7.600 siswa dengan rincian untuk SMP ada 66 sekolah dengan 6.652 siswa dan 23 MTs dengan 948 siswa. Terpisah, UNKP juga dilaksanakan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Ungaran.

Kepala SLB Negeri Ungaran, Asngari mengatakan, ada 9 siswa SMP yang mengikuti UNKP. Mereka yang mengikuti UNKP ini merupakan siswa tunarungu wicara. “Ada 40 soal yang dikerjakan siswa dengan model pilihan ganda. Kami memantau siswa terlihat serius mengerjakannya,” kata Asngari.

Untuk bobot soal, kata Asngari, khusus untuk siswa tunarungu wicara bobotnya berbeda dan lebih turun dibandingkan dengan siswa tunanetra maupun tunadaksa.“Soal untuk tunanetra, tunadaksa bobot soal lebih berat. Kemudian untuk siswa tunarungu wicara bobot soal lebih turun. Ini karena siswa tunarungu wicara kesulitan untuk baca dan memahami perbedaan kata,” ujarnya.

Sementara siswa di Madrasah Tsanawiyah (MTs) At Thosari di Kalirejo, Ungaran melakukan salat Duha dan berzikir bersama sebelum mengerjakan Ujian Nasional (UN), Rabu (25/4).

Wakil Kepala MTs At Thosari Bidang Kesiswaan Imam Sarjono mengungkapkan hal tersebut dilakukan karena siswa berharap mereka diberikan kemudahan saat mengerjakan UN. “Setelah sebelumnya mereka (siswa) belajar dengan maksimal di rumah dan sekolah,” kata Imam.

Dijelaskan Imam, pelaksanaan UN di sekolahnya masih berbasis kertas dan pensil. Dimana pelaksanaan UN dilakukan pada pukul 10.30 WIB. “Daripada anak-anak berkeliaran, lebih baik kita ajak beribadah,” katanya.

Diharapkan oleh Imam, dengan pendekatan religius ini para siswa mendapatkan ketengan batin saat mengerjakan soal-soal ujian. Ia mengungkapkan, jumlah siswa yang mengikuti UN berbasis kertas dan pensil (UNKP) di sekolah tersebut sebanyak 35 siswa, terdiri dari 15 siswa perempuam dan 20 siswa laki-laki. (ewb/bas)