33 C
Semarang
Jumat, 5 Juni 2020

13.579 Siswa Ikuti UN SMP

UNKP Diikuti 7.600 Siswa

Another

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur...

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Data Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang menyebutkan jumlah peserta UN SMP 2018 di Kabupaten Semarang adalah 13.579 siswa.

Jumlah tersebut terdiri dari 10.873 siswa SMP dan 2.706 siswa MTs. Untuk yang melaksanakan UNBK (berbasis komputer) ada 30 SMP dengan peserta 4.221 dan MTs ada 18 sekolah dengan peserta 1.758 anak.

Sedangkan peserta Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) di Kabupaten Semarang berjumlah 7.600 siswa dengan rincian untuk SMP ada 66 sekolah dengan 6.652 siswa dan 23 MTs dengan 948 siswa. Terpisah, UNKP juga dilaksanakan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Ungaran.

Kepala SLB Negeri Ungaran, Asngari mengatakan, ada 9 siswa SMP yang mengikuti UNKP. Mereka yang mengikuti UNKP ini merupakan siswa tunarungu wicara. “Ada 40 soal yang dikerjakan siswa dengan model pilihan ganda. Kami memantau siswa terlihat serius mengerjakannya,” kata Asngari.

Untuk bobot soal, kata Asngari, khusus untuk siswa tunarungu wicara bobotnya berbeda dan lebih turun dibandingkan dengan siswa tunanetra maupun tunadaksa.“Soal untuk tunanetra, tunadaksa bobot soal lebih berat. Kemudian untuk siswa tunarungu wicara bobot soal lebih turun. Ini karena siswa tunarungu wicara kesulitan untuk baca dan memahami perbedaan kata,” ujarnya.

Sementara siswa di Madrasah Tsanawiyah (MTs) At Thosari di Kalirejo, Ungaran melakukan salat Duha dan berzikir bersama sebelum mengerjakan Ujian Nasional (UN), Rabu (25/4).

Wakil Kepala MTs At Thosari Bidang Kesiswaan Imam Sarjono mengungkapkan hal tersebut dilakukan karena siswa berharap mereka diberikan kemudahan saat mengerjakan UN. “Setelah sebelumnya mereka (siswa) belajar dengan maksimal di rumah dan sekolah,” kata Imam.

Dijelaskan Imam, pelaksanaan UN di sekolahnya masih berbasis kertas dan pensil. Dimana pelaksanaan UN dilakukan pada pukul 10.30 WIB. “Daripada anak-anak berkeliaran, lebih baik kita ajak beribadah,” katanya.

Diharapkan oleh Imam, dengan pendekatan religius ini para siswa mendapatkan ketengan batin saat mengerjakan soal-soal ujian. Ia mengungkapkan, jumlah siswa yang mengikuti UN berbasis kertas dan pensil (UNKP) di sekolah tersebut sebanyak 35 siswa, terdiri dari 15 siswa perempuam dan 20 siswa laki-laki. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

Luka Lama

Semua bisa merasakan: betapa irinya Trump. Iri kepada Putin. Iri kepada Xi Jinping. Iri pada kekuasaan mereka berdua. Yang tidak dimiliki oleh seorang Presiden Amerika. Betapa gemes tangan...

Baru Kali Ini Ada Yang Sampai Naik Pohon buat Joget (12)

Sembilan lagu Didi Kempot berhasil menggoyang panggung dan ribuan penonton Synchronize Fest 2019 sampai pukul 1 dini hari. Sebenarnya sudah siap tampil di festival...

More Articles Like This

Must Read

Infrastruktur Buruk, Angka Putus Sekolah Tinggi

MUNGKID—Angka putus sekolah di Dusun Pranten, Seloprojo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, cukup tinggi. Penyebabnya, infrastruktur di wilayah perbukitan gunung Telomoyo itu, sangat memprihatinkan. Anak-anak...

Terbiasa Hadapi Pasien Ingin Wajah Korea

Menggemari seni dan keindahan estetika dari wajah, menjadi alasan DR. dr. Puguh Riyanto, SpKK(K), FINDV, FAADV memutuskan untuk menjadi dokter spesialis kulit dan kelamin....

Targetkan Curi Poin

MAGELANG - PPSM Sakti Magelang menargetkan bisa mencuri poin saat bertandang ke Stadion Manahan, markas Persis Solo, Sabtu (22/4) malam nanti. Namun, Pelatih PPSM...

Fokus Pembangunan Jalan Daerah

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Perbaikan dan Pembangunan Jalan menjadi fokus pembangunan Kabupaten/Kota di Jateng. Khususnya di daerah yang masuk di eks Kawedanan Semarang. Seperti Kota...

Siasati Ketidakjelasan Jadwal Kompetisi

SEMARANG – Belum jelasnya jadwal kompetisi membuat tim-tim harus memutar otak di masa waktu persiapan ini. termasuk tim PSIS Semarang yang bakal memperbanyak agenda...

Pebulutangkis Hariyanto Arbi Prihatin Rob Sayung

DEMAK-Bencana rob di wilayah pesisir Sayung Demak, membuat prihatin banyak pihak. Bahkan, mantan legenda pemain bulutangkis All England, Hariyanto Arbi pun ikut trenyuh dengan...