33 C
Semarang
Senin, 21 September 2020

Job Fair Tak Tepat Sasaran

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Program ketenagakerjaan inklusif yang sebelumnya diyakini dapat menjadi solusi bagi pengangguran dirasa kurang tepat sasaran. Hal ini didapat dari fakta ketika adanya pembukaan ribuan job fair namun pendaftarnya bahkan tidak sampai separuhnya.

Hal ini disampaikan oleh Project Leader program Sinergi, Bambang Wicaksono. Dia mendorong adanya database terhadap kaum muda kurang mampu (miskin) dan rentan. Sampai saat ini, pemerintah daerah bahkan nasional belum memiliki database tentang minat kerja pemuda rentan dan miskin.

“Adanya database itu, supaya lebih mudah mengetahui jumlah mereka untuk ketenagakerjaan inklusif di Jateng. Nah dari data ini, nantinya dapat disusun program-program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya dalam workshop Pembentukan Kelompok Aksi (Poksi) Ketenagakerjaan Inklusif di Jawa Tengah yang berlangsung di Hotel Novotel, kemarin.

Workshop dihadiri tiga komponen. Antara lain pemuda, pemerintahan dan pengusaha. Selain itu, Karang Taruna hinga lembaga swadaya masyarakat (LSM) juga dihadirkan.

Menurutnya, program Sinergi bertujuan untuk membekali dan meningkatkan akses pemuda ekonomi lemah dan rentan supaya mereka memiliki keterampilan kerja. Sehingga, kehadiran Sinergi dapat memperkuat koordinasi pembangunan ketenagakerjaan inklusif di Jateng.

“Karena anak-anak muda memiliki minat tertentu tapi kan di job fair yang tersedia itu tidak sesuai dengan potensi bakat. Maka disinilah kita melihat ada permasalahan apa yang terjadi. Apakah memang minat tidak sesuai dengan lowongan yang disediakan atau ada hal yang lain. Perlu didalami lagi kita cari tahu sebabnya,” terangnya.

Dalam pembentukkan Poksi tersebut, Sekertaris Bappeda Jateng, Juwandi secara aklamasi terpilih menjadi Ketua Poksi. Pihaknya turut aktif dalam program dengan memetakan program-program yang cocok dengan visi user. Ke depan, ia akan menyusun skema dalam menilai kelompok pemuda saat pengajuan proposal untuk program Sinergi.

“Seperti visi awal, kita sepakat untuk melihat pemuda miskin dan rentan. Apakah proposal yang diajukan akan mewakili anggota yang menyentuh kaum muda miskin dan rentan. Kita cari orang-orang yang tepat untuk program Sinergi ini,” tandasnya. (tsa/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This