33 C
Semarang
Sabtu, 15 Agustus 2020

Berani Tusuk Setelah Singgung Marga

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Hamsir Gailea, 26, pembunuh Sadikin Uma Sangaji, 35, mengaku emosi karena tersinggung oleh ucapan korban yang membawa nama marga keluarganya.

Pemuda yang akrab disapa Hamsir ini membeberkan, sebelum peristiwa terjadi, korban bersama rekanya menenggak minuman keras (miras) di Argorejo Sunan Kuning (SK) Semarang Barat, Sabtu (14/4) malam. Kemudian, Minggu (15/4) sekitar pukul 02.30, korban pulang ke kos di Jalan Untung Suropati, RT 1 RW 3, Kelurahan Kalipancur, Ngaliyan, sambil membawa botolan miras. “Setelah itu kita semua teler dan tidur,” ungkap Hamsir saat gelar perkara di Mapolsek Ngaliyan, Selasa (24/4) kemarin.

Sekitar pukul 05.30, pelaku bangun dan ke dapur memasak mi instan. Rupanya, korban juga ikut bangun kemudian menghampiri pelaku lalu menyodorkan sebilah pisau untuk menyuruh menusukkan di tubuhnya.

“Dia ngacau, saya dikasih pisau dapur disuruh nusuk tubuhnya. Bilangnya dia punya ilmu kebal, nggak mempan ditusuk dan saya disuruh mencoba,” ceritanya.

Hamsir mengaku awalnya tidak menuruti permintaan korban. Namun, ia akhirnya meladeni permintaan itu karena terpancing emosi dengan ucapan tantangan dan menyinggung nama marga keluarganya.

“Dia ngomong begini, ‘Marga kau Gailea kan, masa menusuk saja, kau punya marga Gailea tak berani’. Di situ, dia malah bawa-bawa marga saya,” terangnya.

Menurut Hamsir, membawa-bawa nama marga atau keturunan adalah sesuatu yang sangat pribadi. Sehingga hal itu sama saja seperti melecehkan harga diri dan keturunanya. Seketika itu, pisau yang disodorkan oleh korban langsung diambil kemudian ditusukan pelaku mengenai dadanya.

“Ya karena dia bawa-bawa nama marga saya. Akhirnya saya turuti, pisau saya tusukkan kena dada kirinya,” katanya.

Ternyata ucapan Sadikin yang punya ilmu kebal hanyalah bualan. Darah segar keluar mengucur deras dari dada kiri setelah pisau yang ditancapkan Hamsir dicabut. Merasa panik, Hamsir lantas berupaya menahan dada rekanya itu supaya tidak keluar darah.

“Saya bingung, saya tahan lukanya darah terus keluar. Akhirnya saya lap, dia (korban) saya bawa ke kamarnya, tubuhnya saya selimuti,” ujarnya.

Setelah itu, pemuda kelahiran 2 November 1992 ini membawa baju dan pisau tersebut keluar rumah. Merasa bersalah, Hamsir langsung minta diantar temanya ke kantor polisi.

“Saya panik karena dia tidak bernafas. Kemudian baju sama pisau saya buang ke sungai. Setelah itu saya menyerahkan diri ke kantor polisi,” katanya.

Menurutnya, perbuatan tersebut dilakukan karena khilaf. “Sebenarnya tidak ada niatan membunuh, ya karena jengkel sakit hati saja nama marga saya dibawa-bawa,” imbuhnya.

Sementara, Kapolsek Ngaliyan Kompol Donny Eko Listianto mengatkaan, Hamsir dikenakan pasal 338 atau 354 ayat dua KUHP tentang pembunuhan atau penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Mereka kan sama-sama mabuk, jadi wajar omongannya ngelantur itu yang memberatkan, kalau tidak mabuk mungkin kejadian ini tidak terjadi,” katanya. (mha/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Salurkan Kado Lebaran untuk Anak Yatim

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Relawan Inspirasi Rumah Zakat di wilayah Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Rabu (13/6) menyalurkan belasan paket Kado Lebaran Yatim (KLY)...

ASN Jangan Terlibat Politik Praktis

KENDAL—Bupati Kendal Mirna Annisa meminta kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kendal untuk fokus melayani masyarkat dan membangun daerah. Sebab, sudah saatnya Kendal...

Undip Tambah Dua Guru Besar

SEMARANG–Universitas Diponegoro (Undip) kembali menambah daftar guru besar atau profesor pada tahun ini. Kali ini, Prof Eko Soponyono dari Fakultas Hukum (FH) dan Prof Muslim...

Penjualan Motor Masih Lesu

Wonosobo - Hingga pekan terakhir kuartal pertama 2017, penjualan sepeda motor merek Yamaha di dealer Teguh Putera Mandiri belum menunjukkan peningkatan penjualan yang berarti....

Perluas Jangkauan Dana Bergulir

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) memperluas jangkauan pembiayaan. Salah satunya melalui kerjasama dengan Perusahaan Umum...

Solusi Kebocoran PAD, Terapkan Retribusi Elektronik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sebagai upaya meminimalisasi kebocoran pendapatan asli daerah (PAD), Dinas Perdagangan Kota Semarang melakukan ujicoba penerapan pembayaran retribusi pasar dan jasa pelayanan secara...