Produksi 200 Juta Sachet per Bulan

540
PABRIK BARU : Direktur PT Sido Muncul Irwan Hidayat menekan tombol tanda dimulainya uji coba proses produksi pabrik baru produk jamu cair. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PABRIK BARU : Direktur PT Sido Muncul Irwan Hidayat menekan tombol tanda dimulainya uji coba proses produksi pabrik baru produk jamu cair. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Tepat pukul 08.00 lewat 8 menit  8 detik, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk melakukan uji coba pabrik terbarunya yang khusus memproduksi jamu cair sebagai pengembangan pabrik sebelumnya. Dengan adanya pabrik baru tersebut, kapasitas produksi meningkat menjadi 200 juta sachet per bulan dari sebelumnya 80 juta sachet per bulan.

“Keunggulan pabrik terbaru ini, pertama, kapasitas lebih besar dengan sistem otomatis mampu meminimalisasi kesalahan pada proses pembuatan produk jamu Sido Muncul seiring dengan produksinya yang kian meningkat,” ungkap Direktur PT Sido Muncul, Irwan Hidayat saat uji coba pabrik terbaru di Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (23/4).

Pabrik terbaru yang dinamakan Cairan Obat Dalam (COD) II, lanjut Irwan, didirikan di atas lahan seluas 17 ribu meter persegi dengan luas bangunan 28 ribu meter persegi yang merupakan pengembangan pabrik lama. Kapasitas pabrik COD II Sido Muncul  lebih besar dengan teknologi yang lebih canggih

“Pabrik ini dikhususkan untuk memproduksi jamu cair Sido Muncul, seperti Tolak Angin Cair, Tolak Linu, dan Madu Kembang Sido Muncul. Seiring permintaan pasar yang terus meningkat, kami membutuhkan ruang produksi yang lebih besar dengan dukungan teknologi modern Proses produksinya sudah sistem otomatis penuh,” imbuhnya.

Pabrik COD II Sido Muncul memiliki gudang bahan baku dan bahan jadi, ruang pengemasan primer hingga tersier, gudang bahan kemas, ruang pembuatan COD, ruang persiapan bahan baku, dan ruang peralatan. “Pabrik terbaru Sido Muncul menerapkan proses produksi tertutup untuk menjaga kesterilan, kelengkapan alat ukur yang presisi, sistem gravitasi, dan tentunya ramah lingkungan,” tandasnya. (dit/ric)