Memantapkan Pluralisme di Sekolah

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM – TINDAKAN kekerasan berkaitan dengan agama di Indonesia termasuk kasus yang paling dominan dibandingkan dengan kasus lainnya. Kekerasan  agama ini disebabkan karena sikap yang tidak toleransi. Kekerasan yang dilatarbelakangi SARA (suku, agama, ras, golongan) tidak jarang menimbulkan korban dan mengancam perpecahan bangsa  sebagai persoalan bangsa yang sampai saat ini  perlu mendapatkan penanganan secara tuntas.

Menurut laporan Wahid Foundation, jumlah pelanggaran tentang kebebasan beragama meningkat tujuh persen di tahun 2016, yakni terjadi 204 peristiwa dengan 313 tindakan pelanggaran, sementara  di tahun 2015, tercatat 190 peristiwa dengan 249 tindakan pelanggaran.Kesadaran toleransi sebagai warga negara menjadi keniscayaan, apabila keutuhan negara ini akan terus dipertahankan.

Kesadaran toleransi perlu dimantapkan di kalangan siswa  sebagai generasi penerus. Pendidikan formal memiliki fungsi sebagai agen perubahan bagi siswa untuk menjadi manusia “pluralis” dengan sikap dan perilaku menghormati perbedaan suku, ras, agama. Mata pelajaran PKn sebagai  pelajaran yang paling dekat untuk memantapkan bagaimana pluralisme di sekolah, karena di dalamnya membahas tentang toleransi kehidupan di masyarakat. Namun faktanya pembelajaran toleransi sebagai salah satu materi yang termaktub dalam kompetensi dasar hanya diberikan secara teoritis, belum menyentuh pada bagaimana belajar melaksanakan toleransi dalam kehidupan nyata.

Strategi apa yang perlu dilakukan untuk memantapkan pluralisme di sekolah? Guru PKn perlu memodifikasi proses pembelajarannya agar toleransi dapat dilaksanakan dan dirasakan oleh siswa. Pembelajaran tidak hanya berkutat di dalam kelas konvensional, namun perlu memanfaatkan kegiatan di luar kelas. Sesekali, siswa perlu diajak melakukan kegiatan kunjungan ke tempat-tempat ibadah seperti di masjid, gereja, vihara, pura dan kelenteng. Dengan berkunjung dan bertemu dengan pemuka agama, siswa dapat berdiskusi secara interaktif dengan pemuka agama, yang harapannya dapat mengenal lebih mendalam tentang agama-agama di Indonesia.

Kegiatan lainnya adalah berupa diskusi lintas agama ke dalam yang dipelopori oleh OSIS. Melalui diskusi tersebut, OSIS dapat mengundang para pemuka lintas agama, untuk duduk untuk membahas arti pentingnya pluralisme. Siswa akan mendapatkan contoh nyata, betapa indahnya keberagaman yang diteladani oleh para pemuka agama. Kegiatan live in pun dapat dilaksanakan dengan cara selama beberapa hari siswa melakukan kegiatan hidup bersama di tempat keluarga yang berbeda agama. Ketika kegiatan ini terlaksana, maka toleransi dapat dilaksanakan dan dirasakan sebagai bagian dari kehidupan.

Pramuka yang selama ini sering melaksanakan kemah bakti, dapat diperluas dengan pembelajaran toleransi. Caranya, kemah bakti dilakukan dengan membersihkan berbagai tempat beribadah. Melalui cara itu, siswa akan terbiasa hidup di alam yang berbeda-beda, dapat saling menolong dan membantu. Melibatkan siswa yang berbeda agama menjadi anggota panitia keagamaan akan menambah rasa toleransi. Misalnya, acara Idul Adha yang diselenggarakan di sekolah, maka panitianya juga diambilkan dari siswa yang beragama non muslim. Demikian juga ketika acara Natal di sekolah, maka kepanitiannya melibatkan siswa yang beragama muslim atau lainnya.

Kebersamaan tersebut akan terasa bukan semata-mata sebagai toleransi yang diucapkan, namun sudah sampai pada tataran perilaku nyata. Dapatkah, sekolah Anda menerapkan hal ini? Yuk kita coba untuk memantapkan jiwa pluralisme di sekolah kita. (tj3/2/aro)

Guru PPKn SMA Negeri 1 Boja Kendal

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -