Diharapkan Dongkrak Investasi Jateng

Bandara Jenderal Besar Soedirman

217
GENJOT INFRASTRUKTUR : Presiden RI Joko Widodo berbicara kepada awak media di sela meninjau awal konstruksi pengembangan Bandara Jenderal Besar Soedirman, Purbalingga. (istimewa)
GENJOT INFRASTRUKTUR : Presiden RI Joko Widodo berbicara kepada awak media di sela meninjau awal konstruksi pengembangan Bandara Jenderal Besar Soedirman, Purbalingga. (istimewa)

RADARSEMARANG.COM, PURBALINGGA – Harapan Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk mengembangkan Pangkalan Udara Wirasaba menjadi Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman dalam rangka melayani penerbangan sipil sejak 2004 segera terwujud. Setelah penandatanganan kesepahaman bersama pada 17 November 2017 lalu, Presiden RI Joko Widodo, Senin (23/4) kemarin, meninjau dan meresmikan awal konstruksi pengembangan Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman bersama Plt Gubernur Jateng Drs H Heru Sudjatmoko MSi dan Bupati Purbalingga H Tasdi SH MM.

Presiden Jokowi menjelaskan, pengembangan Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman seluas 115 hektare itu ditargetkan selesai pada akhir 2019. Selanjutnya bandara dapat segera dioperasionalkan sebagai bandara komersil.

“Di Jawa Tengah bagian selatan dan barat ini tidak ada bandara yang memadai untuk masyarakat. Oleh sebab itu, hari ini sudah dimulai pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman di Kabupaten Purbalingga seluas 115 hektare. Kita harapkan bandara ini selesai nanti akhir tahun 2019,” jelasnya.

Presiden Jokowi membeberkan, pada tahap pertama PT Angkasa Pura II akan membangun landasan pacu (runway) yang semula berupa rumput sepanjang 850 meter menjadi runway beraspal sepanjang 1.600 meter dengan lebar 30 meter. Pada tahap kedua, runway akan diperpanjang lagi menjadi sekitar 2.500 meter. Sementara, terminal akan dikembangkan dengan konsep rumah tradisional joglo.

Selain itu, apron dikembangkan menjadi 70 meter x 70 meter. Lahan parkir dibangun seluas 4.092 meter2 yang mampu menampung 70 mobil dan 172 motor. Kantor cabang dan operasional seluas 2.500 m2. “Kita harapkan nantinya juga dengan terminal seluas 3.000 meter2 akan bisa menampung penumpang kurang lebih 300 ribu penumpang dalam setahun,” bebernya.

Pembangunan runway, terminal dan fasilitas pendukung lainnya dilaksanakan setelah ditandatanganinya serah terima aset dan serah terima operasi.

Presiden Jokowi berharap pengembangan Bandara Jenderal Besar Soedirman dapat memberikan manfaat, tidak hanya bagi Kabupaten Purbalingga, tetapi juga sembilan kabupaten/ kota lainnya. Yaitu Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Banyumas, Pemalang, Tegal, Brebes, Kota Tegal, dan Wonosobo.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu mencontohkan, di Kabupaten Purbalingga, industri bulu mata imitasi semakin mendunia karena sudah diekspor ke beberapa negara. Seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Korea. Dengan hadirnya Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman, Presiden Jokowi berharap investasi di Kabupaten Purbalingga dan sekitarnya semakin terdongkrak.

“Di sini sekarang sudah ada investasi-investasi yang orientasinya ekspor. Ada industri bulu mata terbesar karena mencakup kurang lebih 60 ribu tenaga kerja. Kalau bandara ini ada, investasi-investasi seperti itu akan bisa lebih membesar, bisa ekspansi. Kita harapkan tidak hanya industry bulu mata saja, investasi di bidang lainnya juga bisa berkembang dengan cepat,” harapnya. (kom/ric/aro)