Cuti Bersama Pengaruhi Puncak Arus Mudik

358
OPTIMISTIS ON TARGET: Kakorlantas Mabes Polri, Irjen Pol Royke Lumowa saat peninjauan di lokasi proyek simpang susun interchange Krapyak, Semarang Barat, Senin (23/4). (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kakorlantas Mabes Polri, Irjen Pol Royke Lumowa, memprediksi puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 8 atau 9 Juni sebelum Lebaran 2018. Hal tersebut dipengaruhi adanya jadwal cuti bersama yang dimulai 11 Juni 2018.  “Kalau puncak arus mudik diperkirakan hari Jumat atau Sabtu. Tetapi puncaknya tidak tajam atau runcing,” ungkapnya usai rapat lintas sektoral di Wisma Perdamaian, Semarang, Senin (23/4) kemarin.

Dikatakan, penambahan cuti bersama Lebaran 2018 akan mempengaruhi puncak arus mudik dan balik. Hal itu dikarenakan masyarakat yang akan mudik memiliki banyak pilihan waktu mudik. Namun puncak arus mudik kali ini diprediksi tidak akan setajam lebaran-lebaran sebelumnya. “Hari libur di awal cukup membantu karena akan memangkas puncak arus mudik. Puncak arus mudik tidak tajam, tapi landai. Banyak pilihan untuk mudik, masyarakat bisa memilih mau mudik hari Jumat (8/6), Sabtu (9/6) atau bahkan Senin-Selasa (11-12/6),” katanya.

Royke mengimbau kepada masyarakat yang hendak mudik untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, terutama yang menggunakan kendaraan pribadi. Begitu juga, pihak penyedia layanan transportasi umum, seperti bus, juga diimbau untuk menyiapkan armada  sebaik mungkin. Hal itu untuk meminimalisasi kecelakaan lalulintas saat mudik atau balik lebaran.

“Kecelakaan itu disebabkan beberapa faktor. Ada faktor manusia, jadi masyarakat harus menjaga kesehatan, pastikan dalam kondisi prima. Siapkan segala kebutuhan seperti obat-obatan serta istirahat saat lelah atau mengantuk. Kemudian untuk kendaraan, harap dicek lebih dahulu kesiapan kendaraan seperti mesin, rem, dan lainnya. Terlebih untuk bus umum, remnya itu harus mantap, jangan kocokan. Lalu untuk jalan sekarang sudah ada sejumlah perbaikan jalan oleh pihak terkait,” tegasnya.
Royke menambahkan, animo masyarakat memilih Jalan Tol Batang – Semarang yang akan digunakan secara fungsional pada arus mudik mendatang diprediksi tinggi. Bahkan, diprediksi akan terjadi kemacetan di titik keluar Tol Krapyak Semarang Barat. “Ada beberapa titik kemacetan yang sudah kami petakan. Masuk Kota Semarang, Krapyak ini akan menjadi primadonanya saat mudik lebaran nanti. Tepatnya di exit tol dan interchange Batang-Semarang, karena di sini merupakan pertemuan tol Jakarta-Semarang. Ketika melewati Semarang akan berada di titik ini,” katanya saat tinjauan di lokasi proyek simpang susun interchange Krapyak, Semarang Barat, Senin (23/4).

Sebagai antisipasi, pihaknya telah menyarankan supaya pada jalan tol tersebut diberikan dua bukaan di Weleri dan Kaliwungu. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi mengurai terjadinya penumpukan panjang yang terjadi di pintu keluar tol Krapyak.”Tadi kami meneliti, lepas Batang ke arah sini belum ada bukaan, dan kami sarankan sudah disepakati ada bukaan. Paling tidak dua, di Weleri dan Kaliwungu. Ini untuk antisipasi kalau terjadi ekor panjang, karena yang lewat sini animo tinggi. Takutnya exit tinggi, perlu dibuka di Kaliwungu dan Weleri,” bebernya.

Royke menjelaskan, saat ini proses interchange simpang susun Krapyak sudah 76 persen dengan deviasi plus atau sesuai rata-rata. Pada awal Mei, akan mulai pekerjaan simpang susun, dan diharapkan siap untuk tol fungsional selama mudik lebaran.

“Yang kritis ini, penjelasannya bahwa di Krapyak dan di Kalikutho, tapi optimistis itu selesai on target. Kritisnya karena ada beberapa material yang harus impor. Kedua, masalah bangunan masjid, tapi sudah selesai. Tidak memperngaruhi, optimistis masih on target,” katanya.

Dirut PT Jasa Marga Semarang-Batang, Ari Irianto, mengaku optimistis tol fungsional Batang-Semarang bisa digunakan selama arus mudik lebaran 2018. Interchange Krapyak merupakan salah satu titik kritis untuk tol fungsional Batang-Semarang, karena merupakan pertemuan sebidang. Karena itu, pihaknya terus mengebut pengerjaan simpang susun Krapyak untuk kelancaran arus mudik.

“Ada simpang susun sepanjang 50 meter di sini (Krapyak). Kendala ada di kontraktor, sehingga kami meminta kontraktor untuk bisa melakukan percepatan. Harapannya, saat diaktifkan tol fungsional, tidak ada lagi pertemuan sebidang,” jelasnya.

Setelah adanya simpang susun, maka kendaraan dari arah Batang yang melalui tol fungsional akan keluar ke Simpang Krapyak atau melanjutkan ke gerbang tol Manyaran melalui simpang susun. Pembangunan simpang susun ini membutuhkan effort yang besar dari kontraktor, dan akan dimulai pengecoran bestek pada awal Mei.

“Kami optimistis akhir Mei sudah selesai, dan saat mudik lebaran sudah terbangun. Kami menemui kendala 1.150 bidang makam di daerah Ngaliyan. Namun untuk itu sudah diurus pemindahannya. Pertama kami akan pindah 500 bidang makam untuk digunakan satu jalur fungsional dengan dua lajur,” paparnya.

General Manager PT Jasa Marga Cabang Semarang, Yohanes Manseli, mengungkapkan, sudah ada antisipasi untuk kepadatan kendaraan di gerbang tol Manyaran. Pada arus mudik nanti akan dibuka sembilan pintu masuk untuk mengurai kepadatan kendaraan dan antrean panjang. Hal itu juga ditunjang dengan penerapan tarif merata di Cabang Semarang.

“Di Gerbang Manyaran ini total ada 10 gate, kalau diperlukan akan dibuka 9 gate untuk arah masuk dan 1 gate untuk arah keluar. Intinya kami maksimalkan kapasitas gerbang. Pemberlakuan tarif merata juga sudah disetujui, dan ini kami sedang selesaikan gerbang untuk finishing dan lain-lain,” katanya. (mha/aro)