33 C
Semarang
Minggu, 31 Mei 2020

Cetak Kartini Masa Kini

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pengurus OSIS SMAN 3 Semarang memanfaatkan momen peringatan Hari Kartini untuk mencetak Kartini Masa Kini. Mereka melakukan pencarian siswi SMAN 3 Semarang yang bertalenta untuk menjadi inspirasi bagi sesamanya.

Ketua Panitia Kartini Ganesha 2018 SMAN 3 Semarang, Shafa Quamila mengatakan, pencarian dilakukan melalui pemilihan Duta Kartini Ganesha atau Kartini SMAN 3 Semarang. Empat orang peserta dari 27 kelas dipilih menjadi Kartini Ganesha berdasarkan sejumlah kriteria.

”Termasuk bakat yang dimilikinya. Karena memang ada tahapan seleksi saat para peserta harus menampilkan bakatnya,” ujar Shafa di sela acara Kartini Ganesha 2018 di SMAN 3 Semarang, Senin (23/4).

Peringatan Hari Kartini kali ini mengangkat tema future culture. Tema diangkat dengan tujuan menciptakan Kartini sesuai dengan perkembangan zaman. Tentu tanpa meninggalkan jatidiri sebagai seorang perempuan yang berpendirian.

Melalui pemilihan ini, OSIS SMAN 3 Semarang berharap dapat mencetak siswi dengan pemikiran baru dan dapat menjadi sosok inspiratif di era globalisasi. ”Karena sudah saatnya Kartini baru menjadi pembaharu,” ujarnya.

Siswi SMAN 3 Semarang, Lovenda Kiendra menilai Kartini masa kini memang diperlukan. Perempuan masa kini, menurutnya harus bisa meneladani sifat-sifat Kartini disesuaikan dengan perkembangan zaman.

”Yang masih harus dilanjutkan adalah perjuangan untuk membuat pendidikan yang merata. Jangan sampai masih ada anggapan bahwa perempuan itu ujung-ujungnya hanya di rumah,” ujarnya. (sga/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Jihan Raih Medali Perak Dalam OSN SMP Kota Magelang

MAGELANG –Siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 1 Alternatif (SMP Mutual) Kota Magelang Jihan Nur Azizah berhasil menorehkan prestasi di Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2017...

Belajar Asyik dengan Edmodo

RADARSEMARANG.COM - MEDIA sosial dan media digital merupakan bagian yang menyatu dalam kehidupan kita sehari-hari saat ini. Bahkan apabila kita tidak menggunakan media sosial...

2,5 TPP PNS Dikelola untuk Zakat

SEMARANG - Pemprov Jateng menggandeng Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) untuk mengelola zakat dari PNS di lingkup pemerintah setempat. Penggerak zakat PNS Pemprov Jateng...

Modal dari Tabungan, Omzet Rp 1 Juta per Hari

Saat ini, Ricky Sanjaya dan Kevin Dendy tengah menimba ilmu di Jakarta. Namun sejak awal tahun ini, ia membuka bisnis kuliner bola ubi kopong...

Kota Lama Terus Dipercantik

Seniman mural sedang melukis Bola Pengaman Pedestrian di Kawasan Kota Lama Semarang, Senin (6/11). Salah satu destinasi andalan Kota Semarang itu terus dipercantik untuk...

Disiapkan 10 Titik Exit Tol Sementara

SEMARANG - Jumlah kendaraan yang masuk ke Jateng lewat jalan tol saat mudik Lebaran mendatang dipastikan bakal bertambah. Jika sistem ganjil-genap tidak jadi diberlakukan...