33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Bantah Korupsi Rp 6 Miliar, Merasa Dikorbankan Atasan

Ketika Juru Timbang Bulog, Nurul Huda, ‘Bernyanyi’ di Balik Penjara

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – Juru timbang Gudang Beras Bulog (GBB) Randugarut, Semarang, Nurul Huda, yang mendekam di sel penjara Lapas Kedungpane membuat video pengakuan yang viral di dunia maya. Dalam video itu, Nurul Huda menghujat atasannya di Bulog Divre Jateng. Seperti apa?

JOKO SUSANTO

VIDEO berdurasi 3 menit 39 detik itu kemarin beredar luas di media sosial dan grup WhatsApp. Dalam video yang diperkirakan diambil di dalam sel Lapas Kedungpane itu, Nurul Huda melampiaskan kemarahannya kepada sejumlah atasannya. Dengan kedua mata melotot, pria berjenggot itu mengaku telah dikorbankan oleh atasannya hingga dirinya divonis 4 tahun penjara terkait  kasus korupsi pengadaan beras di Gudang Beras Bulog (GBB) Randugarut  Semarang.

“Apakah saya pantas dituduh korupsi Rp 6 miliar, padahal jabatan saya hanya seorang juru timbang,” katanya.

Ia juga menyebutkan, nama-nama yang menjadi atasannya, yang seharusnya terlibat korupsi, termasuk Kepala Bulog Divre Jateng, Djoni Nur Ashari, yang masih aktif. Ia meminta kasusnya benar-benar dibuktikan, apalagi seluruh keluarganya sudah melarat dan kelaparan selama dirinya menjalani proses hukum, hingga puncaknya dijebloskan ke Lapas Kedungpane.

Dalam testimoni itu, Nurul Huda beberapa kali menunjuk ke arah kamera handphone yang merekamnya dengan mata melotot penuh kemarahan. Ia juga melakukan adegan menggorok leher dan lidahnya dengan pisau, namun sama sekali tak mengeluarkan darah seperti kebal. Ia meminta agar Djoni langsung membunuhnya saja.

“Saudara Djoni, kau selamatkan Budiawan Hendratno, tapi tak akan selamat di akhirat nanti, Tuhan Maha Tahu. Kau katakan aku maling, yang maling aku atau Anda?,”demikian petikan ucapan Nurul Huda dari video tersebut.

Kepala Bulog Divre Jateng, Djoni Nur Ashari, tidak mempermasalahkan video tersebut. Ia mengatakan, proses hukum sudah berjalan dan pengadilanlah yang berwenang memutuskan kasusnya. “Monggo saja Mas, saya no comment, kita hormati proses dan keputusan pengadilan,”kata Djoni saat dikonfirmasi koran ini.

Dalam kasus itu, Nurul Huda divonis 4 tahun penjara dan dijatuhi hukuman denda Rp 50 juta subsider 1 bulam kurungan. Selain itu, dibebani membayar Uang Pengganti (UP) sekitar Rp 600 jutaan subsider 2 tahun penjara. Oleh majelis hakim, Nurul Huda dianggap bersalah melakukan korupsi sebagaimana pasal 3 ayat (1) jo pasal 18 Undang-Undang (UU) RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Terkait beredarnya video testimoni Nurul Huda yang diduga direkam di dalam sel penjara menggunakan kamera handphone tersebut, Kepala Kanwil Kemenkum HAM Jateng, Ibnu Chuldun, engan memberikan komentar. Ia hanya membaca pesan dan melihat video yang diberikan koran ini.

Hal senada diungkapkan Asisten Intelijen Kejati Jateng, Bambang Haryanto. Ia mengelak memberikan tanggapan, dan meminta koran ini mengonfimasi langsung ke Asisten Pidana Khusus.

Sementara kuasa hukum Nurul Huda, Nugroho Budiantoro, mengaku sudah mengajukan kontra memori banding. Menurutnya, dalam kasus itu kliennya telah dizalimi, dan kliennya merasa dikorbankan oleh atasannya di Bulog. Sebab, seluruh kebijakan memang dari atasan. Ia juga mengaku sudah melihat video kliennya tersebut.

“Nominal Rp 6 miliar dianggap jaksa kerugian negara, ndak mungkin dinikmatinya klien saya. Lha sampai sekarang saja hidupnya masih susah. Akibat dipenjara, hidup keluarganya juga telantar,” kata Nugroho.

Menurutnya, apa yang ada di video tersebut merupakan curahan hati kliennya, karena tidak mengetahui lagi cara mencari keadilan atas kasus yang menjeratnya tersebut. Ia mengatakan, kliennya adalah korban dari kebijakan pimpinan. “Dia (Nurul Huda, Red) dikorbankan atasannya, apalagi dia dianggap maling oleh atasan, setelah kasusnya bergulir,”ujarnya. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Layani Kesehatan Rakyat Miskin di Pulau Terpencil

RADARSEMARANG.COM - Tekad dokter berdarah Tionghoa ini melayani kesehatan warga miskin di pulau-pulau terpencil dari Sabang hingga Merauke secara gratis. Ia mendirikan Floating Hospital atau Rumah...

Soemarmo Siap Penuhi Target

SEMARANG - Lama ’menghilang’ sejak Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Semarang 2015 lalu, Soemarmo Hadi Saputro kembali dipercaya DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai Ketua...

Terkendala Pembebasan 24 Lahan Warga

SEMARANG - Pembangunan tanggul Kampung Bahari Tambaklorok saat ini masih terkendala 24 lahan warga yang belum terbebaskan. Meski begitu pemkot mengklaim warga telah sepakat....

Ita Pastikan Layanan Optimal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Selama cuti Lebaran, pelayanan publik di Kota Semarang tetap berjalan. Pelayanan tetap dilakukan di 177 kelurahan dan 16 kecamatan dengan menggunakan sistem...

Protes Jadwal dan Siaran Langsung

SEMARANG – PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi kemarin merilis jadwal Liga 2 yang akan mulai kickoff 19 April 2017 mendatang. Namun...

Luncurkan Layanan Kesehatan Khusus WNA

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Layanan kesehatan khusus Warga Negara Asing (WNA) resmi diluncurkan oleh Semarang Medical Centre (SMC) RS Telogorejo. Seiring banyaknya para ekspatriat atau turis asing...