MERIAH : Salah satu kelompok kesenian unjuk kebolehan dalam pergelaran seni budaya 1 tahun menyongsong Pemilu 2019 yang digelar KPU Kabupaten Magelang di lapangan Menoreh, Salaman, Sabtu (21/4) sore. (Ahsan Fauzi/radar kedu)
MERIAH : Salah satu kelompok kesenian unjuk kebolehan dalam pergelaran seni budaya 1 tahun menyongsong Pemilu 2019 yang digelar KPU Kabupaten Magelang di lapangan Menoreh, Salaman, Sabtu (21/4) sore. (Ahsan Fauzi/radar kedu)

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Ribuan warga Salaman dan sekitarnya membanjiri lapangan Menoreh Salaman, Sabtu (21/4) sore. Mereka antusias menyaksikanpergelaran seni budaya 1 tahun menyongsong Pemilu 2019 yang digelar Komisi Pemilahan Umum (KPU) Kabupaten Magelang.

Ketua KPU Kabupaten Magelang Afifuddin menuturkan, pergelaran seni budaya ini sebagai ajang menggugah semangat partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2019 yang merupakan pelaksanaan pemilu serentak pertama kalinya.

Tanggal 17 April 2019 nanti, masyarakat akan memilih secara bersamaan wakil rakyat yang akan duduk di DPR, DPD, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota sekaligus presiden dan wakil presiden.

Dalam momen tersebut, mantan Ketua Panwaskab Magelang ini juga mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam setiap penyelenggaraan pesta demokrasi. Termasuk yang terdekat adalah pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah dan pemilihan Bupati-Wakil Bupati Magelang  2018.  

“Jangan lupa, besok tanggal 27 Juni 2018 datang ke TPS gunakan hak pilih saudara. Partisipasi masyarakat  sangat penting sebagai salah satu parameter kesuksesan  penyelenggaraan pemilu maupun pilkada oleh KPU, tandasnya.

Pelaksana tugas (Plt) Sekda Kabupaten Magelang Eko Triyono mengapresiasi kegiatan yang dihelat KPU Kabupaten Magelang yang dikemas lebih kreatif, efektif dan menarik. Pihaknya mengaku sangat mendukung berbagai upaya KPU dalam menyosialisasikan berbagai kegiatan dan informasi  kepemiluan kepada masyarakat.

“Hendaknya dalam memilih, masyarakat tetap merdeka, tidak takut dan tidak terpengaruh pada siapapun sehingga demokrasi terwujud,” tegas Eko.

Dalam pergelaran seni budaya kemarin, tampil seni buto gedrug dari Kecamatan Pakis, topeng irang gedrung dan ndayakan dari Komunitas  Budaya Magelang. Selain itu, kubro dangdut (brodut) dari Kecamatan Tempuran dan tari kuda lumping dari  Kecamatan Salaman. (san/lis)