Kirab Budaya dan Reli Mobil Kuno Berlangsung Meriah

639
MENARIK : Peserta kirab budaya tampil menghibur penonton di Alun-alun Kota Magelang, Minggu (22/4). (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
MENARIK : Peserta kirab budaya tampil menghibur penonton di Alun-alun Kota Magelang, Minggu (22/4). (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
MASIH JALAN : Salah satu peserta reli mobil kuno yang akan menempuh perjalanan sesuai rute yang ditentukan. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
MASIH JALAN : Salah satu peserta reli mobil kuno yang akan menempuh perjalanan sesuai rute yang ditentukan. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG—Selama 2 hari lalu, warga Kota Magelang dihibur dengan dua acara menarik. Yakni kirab budaya yang berlangsung Minggu (22/4) dan reli mobil kuno pada Sabtu (21/4) dan Minggu (22/4). Kedua acara ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Jadi ke-1.112 Kota Magelang.

Sekitar 47 peserta kirab budaya tampil bergantian menghibur warga Kota Magelang yang sejak siang hari sudah memadati Alun-alun Kota Magelang. Rasa penasaran penonton terbayarkan. Pasalnya, tiap peserta tampil maksimal dan totalitas dalam busana.

Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito mengatakan, kegiatan ini adalah cermin keberagaman kesenian dan budaya di Kota Magelang. Kirab budaya dikatakan sebagai wadah untuk memperkenalkan secara lebih luas. “Ini adalah kesempatan untuk unjuk kreasi dan kreativitas, utamanya dalam mengembangkan seni budaya di Kota Magelang, agar kotanya makin maju dan makin baik,” ujar Sigit didampingi wakilnya, Windarti Agustina.

Sehari sebelumnya, 125 mobil kuno dari berbagai daerah dijajal ketangguhannya untuk mengikuti reli dengan rute Kota Magelang-Jogjakarta-Magelang dan Magelang-Temanggung-Magelang. Kegiatan ini merupakan agenda rutin Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) Pengda Jawa Tengah.

“Mobil tertuanya ada merek Dodge sedan keluaran tahun 1937, sementara mobil termuda itu keluaran di atas tahun 1978,” kata Ketua Seksi Acara Reli Mobil Kuno, Joko Soeparno.

Pada Sabtu (21/4), peserta reli menempuh rute dari Kota Magelang menuju Museum Merapi, Jogjakarta dan kembali ke Kota Magelang. Lalu kemarin, mereka berangkat dari Kota Magelang menuju Kabupaten Temanggung dan kembali ke Kota Getuk. “Rute memang sengaja tidak hanya di seputar Magelang saja. Karena kita menyadari, teman-teman yang dari luar daerah juga butuh hiburan selain di sini,” ujarnya.

Soli Saroso, 64, seorang peserta asal Kota Magelang mengaku sudah sebelas kali mengikuti reli mobil kuno. Menurutnya, reli dengan mobil kuno memiliki tantangan tersendiri. “Kita menguji kemampuan kita mengemudikannya dan juga perhitungan waktu,” tutur kolektor mobil VW Safari itu. (put/ton)