PENYULUHAN : Dosen Farmasi Fikes UM Magelang mengadakan penyuluhan penggunaan obat kepada kader posyandu Kelurahan Magersari, Magelang. (IST)
PENYULUHAN : Dosen Farmasi Fikes UM Magelang mengadakan penyuluhan penggunaan obat kepada kader posyandu Kelurahan Magersari, Magelang. (IST)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Tiga dosen Farmasi Fikes UM Magelang yang tergabung dalam Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) mengadakan penyuluhan menggunakan obat yang rasional.

Ketiga dosen itu adalah Puspita Septie Dianita, MPH, Apt; Ni Made Ayu Nila Septianingrum, MSc, Apt; dan Herma Fanani Agusta, MSc, Apt. Ditambah satu dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Tria Mardiana, MPd.

Kali ini mereka menyasar kades posyandu di Kelurahan Magersari, Magelang Selatan. Ketua kegiatan Puspita Septie Dianita mengatakan, IAI merupakan organisasi perkumpulan apoteker-apoteker seluruh Indonesia. IAI juga sedang menggencarkan Gerakan Keluarga Sadar Obat (GKSO). Tujuannya agar rumah tangga dapat menggunakan dan menyimpan obat dengan benar sebagai pemilihan self medication.

Sebab berdasarkan penelitian, pengetahuan masyarakat tentang obat dan pengobatan masih rendah. Sehingga perlu dilakukan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan tentang obat.

Pipit menjelaskan, kegiatan Program Kemitraan Universitas (PKU) yang didanai UM Magelang tersebut diikuti 30 kader posyandu di Kelurahan Magersari. “Kegiatan diawali dengan melakukan pretest dan diakhiri melakukan posttest untuk mengetahui tingkat pengetahuan kader posyandu mengenai obat, “ katanya.

Sebelum mendapatkan penyuluhan atau saat pretes, hanya dua peserta yang mendapat poin di atas 6. Setelah mendapatkan penyuluhan dan dilakukan posttest, seluruh peserta mendapatkan poin di atas 6. Hal ini menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan.

Selain itu, peserta diminta menyebutkan nama dan kandungan obat, kasiat, dosis, cara penggunaan dan efek samping obat. Pipit berharap para kader posyandu tersebut dapat menularkan ilmu yang diperoleh kepada lingkungan terdekatnya. Sehingga masyarakat akan dapat lebih paham tentang penggunaan obat. (*/sct/lis)