RAMAH LINGKUNGAN : Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan Sjarief Widjaja bersama Bupati Demak HM Natsir menyerahkan bantuan alat  bobo untuk nelayan Desa Betahwalang, Kecamatan Bonang, kemarin. (Wahib Pribadi/Radar Semarang)
RAMAH LINGKUNGAN : Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan Sjarief Widjaja bersama Bupati Demak HM Natsir menyerahkan bantuan alat  bobo untuk nelayan Desa Betahwalang, Kecamatan Bonang, kemarin. (Wahib Pribadi/Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan perhatian khusus bagi nelayan Desa Betahwalang, Kecamatan Bonang. KKP mengapresiasi para nelayan yang sejauh ini telah mampu mengurangi kerusakan bawah laut dengan menggunakan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan. Yaitu, memakai alat bobo buatan warga setempat. Alat bobo ini biasanya dipakai untuk menangkap ikan rajungan.

Untuk mendukung para nelayan ini, KKP pun tertarik untuk membantu sebanyak 10 ribu alat bobo untuk para nelayan di desa tersebut. Bahkan, KKP juga menobatkan Desa Betahwalang sebagai kampung rajungan.

Dirjen Perikanan Tangkap, Sjarief Widjaja mengatakan, bantuan tersebut merupakan komitmen pemerintah untuk menjadikan laut sebagai garda terdepan masa depan bangsa.

“Dengan alat ramah lingkungan ini, nelayan bisa lebih sejahtera,”katanya di sela menyerahkan bantuan di Balai Desa Betahwalang, kemarin. Menurutnya, dengan alat bobo, maka ikan rajungan yang biasa diekspor ke luar negeri dapat dikelola dengan baik. “Karena itum nelayan tidak boleh menangkap rajungan yang bertelur. Ini demi kelangsungan mata pencaharian nelayan itu sendiri,” ujarnya.

Dia menambahkan, di Desa Betahwalang terdapat 670 unit kapal yang melakukan penangkapan rajungan. Adapun, harga rajungan yang dijual Rp 75 ribu hingga Rp 90 ribu per kilogram. Selain membuat alat bobo sendiri, warga nelayan di kampung ini juga bekerja sama dengan mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang untuk pendataan hasil tangkapan dan membentuk daerah konservasi untuk kelanjutan rajungan.

Bupati Demak HM Natsir menambahkan, rajungan menjadi sumber pendapatan nelayan di kampung pesisir tersebut. “Kita dorong agar nelayan ini dapat memakai alat ramah lingkungan. Dengan demikian, hasil tangkapan rajungan juga dapat dilakukan berkelanjutan,”jelas bupati didampingi Wabup Joko Sutanto dan Kepala Dinas Kelautan Hari Adi Soesilo. (hib/lis)