33 C
Semarang
Minggu, 5 Juli 2020

Betahwalang Dinobatkan Kampung Rajungan

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan perhatian khusus bagi nelayan Desa Betahwalang, Kecamatan Bonang. KKP mengapresiasi para nelayan yang sejauh ini telah mampu mengurangi kerusakan bawah laut dengan menggunakan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan. Yaitu, memakai alat bobo buatan warga setempat. Alat bobo ini biasanya dipakai untuk menangkap ikan rajungan.

Untuk mendukung para nelayan ini, KKP pun tertarik untuk membantu sebanyak 10 ribu alat bobo untuk para nelayan di desa tersebut. Bahkan, KKP juga menobatkan Desa Betahwalang sebagai kampung rajungan.

Dirjen Perikanan Tangkap, Sjarief Widjaja mengatakan, bantuan tersebut merupakan komitmen pemerintah untuk menjadikan laut sebagai garda terdepan masa depan bangsa.

“Dengan alat ramah lingkungan ini, nelayan bisa lebih sejahtera,”katanya di sela menyerahkan bantuan di Balai Desa Betahwalang, kemarin. Menurutnya, dengan alat bobo, maka ikan rajungan yang biasa diekspor ke luar negeri dapat dikelola dengan baik. “Karena itum nelayan tidak boleh menangkap rajungan yang bertelur. Ini demi kelangsungan mata pencaharian nelayan itu sendiri,” ujarnya.

Dia menambahkan, di Desa Betahwalang terdapat 670 unit kapal yang melakukan penangkapan rajungan. Adapun, harga rajungan yang dijual Rp 75 ribu hingga Rp 90 ribu per kilogram. Selain membuat alat bobo sendiri, warga nelayan di kampung ini juga bekerja sama dengan mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang untuk pendataan hasil tangkapan dan membentuk daerah konservasi untuk kelanjutan rajungan.

Bupati Demak HM Natsir menambahkan, rajungan menjadi sumber pendapatan nelayan di kampung pesisir tersebut. “Kita dorong agar nelayan ini dapat memakai alat ramah lingkungan. Dengan demikian, hasil tangkapan rajungan juga dapat dilakukan berkelanjutan,”jelas bupati didampingi Wabup Joko Sutanto dan Kepala Dinas Kelautan Hari Adi Soesilo. (hib/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Peringati Harlah Pancasila dengan Berbagi Sesama

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH) Pemuda Pancasila (PP) Jawa Tengah mengusung konsep merakyat dan penuh hikmah, dalam memperingati hari lahir (Harlah)...

Puluhan Liter Ciu Disita Petugas

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Satuan Resnarkoba Polres Salatiga melaksanakan razia dengan sasaran penjualan minuman keras kepada warung atau kafe yang diindikasikan menjual minuman beralkohol. Tujuan...

Mantan Karyawan Larikan Putri Majikan

SEMARANG - Pagar makan tanaman. Pepatah itu tepat untuk menggambarkan ulah AF Ababil, 17, warga Karanganyar Legok Kecamatan Candisari. Ia nekat melarikan putri mantan...

Grafiti Ubah Vandalisme Jadi Karya Seni

RADARSEMARANG.COM - SUDAH menjadi pemandangan umum dinding-dinding kelas, pagar, toilet, maupun dinding lainnya pada fasilitas umum termasuk tidak jarang di lingkungan sekolah  penuh dengan...

30 Pemandu Karaoke Terjaring Razia

SEMARANG - Sejumlah tempat hiburan malam dan karaoke liar dirazia aparat gabungan Satpol PP Kota Semarang bersama aparat Polrestabes Semarang dan TNI. Dalam razia...

Penumpang KA Tembus 41.090 Orang

RADARSEMARANG.COM, TEGAL - Penumpang kereta api (KA) melonjak drastis selama mudik Natal 2017, sejak 22 hingga 26 Desember 2017. Terbukti, Stasiun Besar KA Kota...