33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

Beli Produk Pakai Kreweng, Pedagangnya Berkain Kebaya

Sulap Hutan Kota jadi Pasar Tradisional Minggon Jatinan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Untuk melestarikan makanan tradisonal dan menghidupkan geliat usaha mikro kecil menengah (UMKM), Pemkab Batang menggelar even wisata baru Minggon Jatinan. Wisata ini terletak di Hutan Kota Rajawali Batang.

BATANG, Lutfi Hanafi

RADARSEMARANG.COM – RIBUAN warga sudah sejak pagi memadati lingkungan sekitar Hutan Kota Rajawali di Jalan Dr Sutomo Kabupaten Batang.  Hutan kota yang juga terletak di Jalan Jenderal Sudirman jalur pantura utama ini, juga sempat membuat kemacetan di sekitarnya.

Antusias masyarakat tersebut tak lain karena ada dua kegiatan di lokasi tersebut. Selain ingin berpartisipasi dalam festival kuliner Minggon Jatinan, ratusan ibu-ibu Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Batang akan mengikuti upacara Hari Kartini.

Antrean panjang terlihat dari pintu masuk area Minggon Jatinan. Meski saling berdesak-desakan masyarakat tetap tertib. Lokasi ini sebenarnya tiap akhir pekan sudah ramai orang berwisata, ditambah adanya festival membuat suasana lebih ramai lagi.

Ketika masuk di area hutan jati ini, pengunjung bisa menjelajahi seluruh area, yang mana di beberapa titik  ada lincak (stan kuliner, Red). Menyajikan berbagai macam menu tradisional, makanan, minuman, camilan. Juga, permainan dan hiburan.

Lebih unik, semua pedagang di setiap lincak, juga mengenakan pakaian tradisional. Ada yang berkebaya, pakai jarit, kaum pria berkain batik dan baju khas Jawa dilengkapi udeng atau topi petani. Masuk area ini, seakan kita berada di pasar tradional di zaman kerajaan lampau.

Cara penyajian kuliner juga dikemas dengan sentuhan kuno. Pembayarannya pun menggunakan menggunakan kreweng. Berupa kepingan uang yang dibuat dari tanah liat. Di dalamnya ada tulisan uang kreweng. Nilai tukarnya, 1 keping kreweng senilai Rp 2 ribu.

Direktur Madrasah Bisnis Nurochman As-Sayyidi penggagas even ini, menjelaskan Minggon Jatinan diambil dari kata Minggu dan pohon jati.

“Minggon maksudnya digelar hari Minggu, jatinan artinya di hutan jati karena di sini hutan jati,” jelas ustad ahli bisnis ini kepada Radar Semarang, saat pembukaan even, Minggu (22/4/2018).

Pihaknya memang ingin menampilkan berbagai budaya dan kuliner khas Batang.  Dalam penyajian dengan konsep back to tradisional atau kembali ke tradisi. Itu memiliki konten empat aspek yaitu edukasi, hiburan rakyat, kuliner dan wisata halal.

“Sementara di sini ada 27 jenis kuliner, dari menu pecel-pecelan, godog-godogan, minuman jamu, kopi. Juga ada nasi liwet yang sangit, nasi jagung, srabi Kalibeluk yang dikemas secara tradisional,” ungkapnya.

Setelah resmi dilaunching Bupati Batang Wihaji, Minggon Jatinan akan buka setiap hari Minggu, dari pukul 06.00 hingga pukul 12.00. “Kegiatan Minggon Jatinan ini sebagai upaya pemerintah daerah menggeliatkan usaha makanan tradisional, yang selama ini sudah mulai punah,” ucap Wihaji usai membuka even tersebut bersama Wakil Bupati Batang Suyono.

Wihaji juga berharap ada inovasi dan kreativitas dari setiap penyajian. Karena semua harus benar-benar makanan tradisonal dan khas. Sehingga Minggon Jatinan bisa menjadi daya tarik wisatawan. Diharapkan bisa menjadi destinasi wisata baru, untuk mendukung kunjungan wisata 2022. (*/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Rintis Desa Wisata Susu

GETASAN - Desa Sumogawe merupakan salah satu desa di Kecamatan Getasan dengan hasil susu yang melimpah. Hampir setiap sore, bahkan dapat dijumpai lalu lalang kendaraan di...

Redam Lini Depan PSMS

BANDUNG – PSIS Semarang hanya memiliki waktu tiga hari untuk mempersiapkan diri menghadapi laga semifinal Liga 2 versus PSMS Medan di Stadion Gelora Bandung...

Oknum Polisi Terancam Dipecat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kasus keterlibatan Bripka R, anggota di salah satu Polsek jajaran Polres Kendal masih terus diproses. Tidak menutup kemungkinan, polisi yang bertugas di...

Rawan Disusupi ’Penumpang Gelap’

SEMARANG - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online yang diterapkan di 351 SMA dan 231 SMK negeri di Jateng dinilai rawan diretas hacker untuk...

Generasi Cerdas Jadi Benteng Negara

RADARSEMARANG.COM - PEMUDA Atau generasi muda pada sebuah kelompok masyarakat atau negara, merupakan benih-benih harapan bagi generasi sebelumnya dalam mencapai tujuan bersama di masa...

Makarel Bercacing Masih Ditemukan

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Adanya informasi makanan cepat saji ikan makarel dalam kaleng yang terindikasi mengandung cacing parasit oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), direspons...