33 C
Semarang
Jumat, 25 September 2020

Bawaslu Tetap Proses Kader PKS

Terdakwa Politik Uang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Zainudin, terdakwa politik uang yang dibebaskan Pengadilan Negeri (PN) Kendal dipastikan belum bisa bernafas lega. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jateng tetap akan memproses kasus tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, politik uang itu dilakukan saat reses DPRD Kendal. Saat ini Bawaslu masih menunggu proses putusan banding.

Koordinator Divisi Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia Bawaslu Jateng, Sri Sumanta menjelaskan, pihaknya tetap menghormati putusan PN Kendal yang menyatakan Zainudin bebas. Namun, pihaknya melihat ada beberapa kekhilafan hakim dalam memutus perkara tersebut.

Menurut dia, dalam pertimbangan hukum dan hakim, unsur kampanye semua terpenuhi. Hanya saja pada akhir pertimbangan, malah hakim melihat tidak ada unsur kesengajaan dan menyatakan tidak ada niat.

“Padahal dalam pemeriksaan saksi-saksi fakta, Zainudin berkoordinasi baik dengan Rubiyanto (anggota DPRD Kendal), yamg memerintahnya untuk memberikan amplop dan sebagainya. Di situ juga ada Tanya jawab. Apa boleh memasang APK dan lain sebagainya,” paparnya, Minggu (22/4).

Dari keterangan saksi itu, Bawaslu Jateng menyatakan bahwa kegiatan itu adalah kampanye, bukan reses. “Hemat kami, kegiatan yang dibungkus reses itu isinya kampanye. Ibaratnya, ada orang jualan, bungkusnya teh, tapi isinya ganja. Mana yang diusut? Tentu ganjanya. Bukan bungkus tehnya,” tegasnya.

Dijelaskan, sejak awal, tim Gakumdu sudah menyatakan semua unsur pelanggaran sudah terpenuhi. Karenanya, bisa maju sampai pengadilan. “Sekarang, kami hanya bisa menunggu proses banding yang diajukan jaksa. Kami berharap ada vonis, yang dilakukan Zainudin adalah pelanggaran pidana pemilihan.  Perkiraan kami Selasa (1/5) depan sudah selesai. Tapi karena tanggal merah, mungkin Rabu (2/5),” tandasnya.

Zainudin menjadi terdakwa karena membagikan amplop dan gambar pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah pada acara  reses anggota DPRD Kendal, Rubiyanto. Zainudin sama sekali tidak menyiapkan amplop berisi uang Rp 50 ribu. Namun saat dia hadir di acara reses, amplop yang berisi uang dan selebaran ajakan memilih paslon nomor urut 2 dalam Pilgub sudah dipersiapkan. Dia diminta Rubiyanto membagikan amplop tersebut.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kendal Widya Kandi Susanti mengatakan keputusan hakim PN membebaskan pelaku politik uang merusak akal sehat. “Buktinya sudah nyata, ada amplop berisi uang, ada kartu nama pasangan nomor 2, dan yang bersangkutan yang membagikan. Ini merusak akal sehat,” tandasnya. (amh/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tidak Makan Anthony Bourdain

Oleh: Dahlan Iskan Makan apa selama di Lebanon? Saya justru ingin tahu: Anthony Bourdain makan apa di mana? Kalau ia lagi di Beirut?Bourdain kan ahli...

Biasakan Hidup Sejak Dini

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN –Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) harus dibiasakan sejak dini. Seperti yang dilakukan oleh Coca Cola Foundation bersama dengan Yayasan FIELD bersinergi...

Driver Panggilan Tipu ‘Luar Dalam’ 7 Wanita

RADARSEMARANG.COM,  SEMARANG - Perbuatan Dede Kurniawan Sanjaya alias Dewa Krisna, 32, warga Jalan Alamanda, Kelurahan Pelutan, Pemalang, benar-benar bejat. Bermodal mobil rental dan akun Facebook,...

Kader PKK Diminta Selalu Cerewet

SALATIGA - Ibu-ibu kader PKK diminta untuk selalu cerewet dalam kebaikan. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Salatiga Yuliyanto di hadapan 1.400 perempuan dalam acara...

Antusias Ikuti Deteksi Dini Kanker

MUNGKID – Ratusan warga Magelang antusias mengikuti deteksi dini kanker leher rahim (serviks) dan kanker payudara yang diselenggarakan Rumah Sakit ‘Aisyiyah Muntilan (RSAM), Kabupaten...

Pensiun, Pemilihan Sekda Tanpa Lelang

RADARSEMARANG.COM, SOLO - Masa bakti Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo Budi Yulistianto sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) akan segera berakhir pada Juli mendatang. Pemkot...