BERI PELATIHAN : Mahasiswa Ners STIKES Karya Husada memberikan pelatihan kepada PKK RWI Kelurahan Sendangmulyo untuk menjadi kader kesehatan pendeteksian dini terhadap hipertensi. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERI PELATIHAN : Mahasiswa Ners STIKES Karya Husada memberikan pelatihan kepada PKK RWI Kelurahan Sendangmulyo untuk menjadi kader kesehatan pendeteksian dini terhadap hipertensi. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Hipertensi atau tekanan darah tinggi, jika tidak dikendalikan atau diketehaui bisa membahayakan. Beberapa penyakit kronis bisa timbul jika hipertensi dibiarkan, seperti stroke, jantung, penyakit ginjal dan gangguan penglihatan.

Untuk mengantisipasi jatuhnya korban karena hipertensi, mahasiswa Profesi Ners STIKES Karya Husada Semarang, mengajak anggota PKK di RW 1 Kelurahan Sendangmulyo Semarang untuk menjadi kader kesehatan di lingkungan sekitar.

“Para kader ini nantinya akan melakukan pendeteksian dini kepada lansia agar bisa memberikan penyuluhan dan mengontrol tekanan darah pada lansia yang sering terkena hipertensi,” kata mahasiswa Profesi Ners Angkatan 15 Stikes Karya Husada Semarang, Vandri Umbro disela-sela aktivitas Pos Bindu di Balai RW I, Kelurahan Sendangmulyo.

Vandri menjelaskan, sebanyak 15 kader PKK RW I, sebelumnya dilatih cara untuk memerikasa gula darah, asam urat dan kolestrol, selain itu juga cara mengukur tekanan darah. Mereka pun diberikan pembekalan dan pantauan khusus agar menjadi tonggak utama untuk melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat jika terjadi komplikasi penyakit di tengah masyarakat.

“Para kader ini sebelumnya kader Posyandu, namun mereka juga kami latih untuk membuka Pos Bindu, bedanya adalah untuk memeriksa para lansia yang ada di RW 1 ini,” terangnya.

Hasil dari Pos Bindu kemarin, lanjut Vandri, dari 62 lansia yang ada di RW I Kelurahan Sendangmulyo, sebanyak 40 lansia diketahui mengidap hipertensi dan berisiko terkena penyakit kronis. “Biasanya hipertensi terjadi karena pola hidup, yakni sering makan asin, santan dan berlemak hingga jarang berolahraga,” ucapnya.

Olahraga khusus lansia sendiri, dianjurkan adalah olahraga ringan, misalnya jalan-jalan hingga senam. Para mahasiswa ini pun mengajarkan cara membuat vertikal garden guna mengisi kesibukan para lansia sekaligus berolahraga.

Pihaknya berharap, para kader yang dilatih ini bisa meneruskan Pos Bindu yang dibentuk, para mahasiwa pun menyumbangkan beberapa alat kesehatan berupa pengukur gula darah dan kolestrol, sampai alat pengukur tekanan darah. “Kami juga membuat bank sampah untuk warga disini, bank sampah tersebut hasilnya dibuat biaya operasional Pos Bindu,” tandasnya.

Ketua PKK RW I Kelurahan Sendangmulyo, Ainil Mustaghfiroh mengatakan, kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan mahasiswa Ners Angkatan 15 Stikes Karya Husada sangat bermanfaat dan membantu warga sekitar. “Dengan pelatihan ini kami bisa melakukan langkah antisipasi agar warga kami bisa melakukan gerakan hidup sehat,” tambahnya. (den/sct/zal)