165 Makam Mulai Dibongkar

609
DIBONGKAR : Prosesi pemindahan makam di Desa Kertomulyo untuk pembangun tol Semarang-Batang, kemarin. ​(BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIBONGKAR : Prosesi pemindahan makam di Desa Kertomulyo untuk pembangun tol Semarang-Batang, kemarin. ​(BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Pembongkaran dan pemindahan makam untuk proyek Jalan Tol Semarang-Batang di Desa Kertomulyo, Kecamatan Brangsong diwarnai aksi protes warga. Pasalnya, pembongkaran dinilai tidak sesuai dengan prosedur permintaan warga.

Lebih kurang ada 165 warga yang kemarin melakukan pemindahan makam.  Ratusan makam tersebut dipindahkan di dua tempat yang lokasinya tak jauh dari makam semula.

Pemindahan makam yang terdampak pembangunan tol di Desa Kertomulyo sempat terjadi adu mulut antara tim pemindahan dengan warga. Pasalnya,  warga meminta satu jenazah menggunakan kain tiga meter. Selain itu, warga meminta agar jenazah disucikan kembali menggunakan air zam-zam murni dari Makkah Arab Saudi. Warga juga meminta agar jenazah dibubuhi satu botol minyak wangi.

Tim pembongkar berusaha memberikan penjelasan pada warga masyarakat sebagai ahli waris. Namun, warga tetap ngeyel. Warga minta agar pemindahan makam dilakukan sesuai prosedur yang ada.

Akhirnya terjadi ketegangan antara tim pembongkar makam warga. Bahkan salah satu masyarakat nekat minta air zam-zam murni yang untuk mensucikan jenazah keluarganya.

Ketua tim pembongkar makam Joko Yudi menjelaskan bahwa pembongkaran dan pemindahan makam sudah dilakukan sesuai prosedur. Yakni sesuai dalam kontrak kerja. “Perihal air yang untuk mensucikan mayat menggunakan air zam-zam, tidak murni air zam-zam. Melainkan air zam-zam sudah dicampur dengan air yang suci sesuai syarat rukun yang ada,” tandasnya.

Sedangkan untuk kain kafan, diakuinya memang tidak utuh tiga meter. Karena kebanyakan jenazah yang ada, tinggal tulang belulang yang sudah bercampur tanah. “Jadi kain juga secukupnya, sesuai kebutuhan, tidak utuh tiga meter,” tuturnya.

Perihal minyak wangi, tidak diberikan satu jenazah satu botol. Melainkan hanya disemprotkan. “Hal itu kami kira tidak masalah. Karena tidak ada aturan, satu jenazah harus satu botol minyak wangi,” akunya. Setelah mendapatkan penjelasan, salah satu warga menyadari dan minta  maaf.

Di makam Desa Kertomulyo sendiri ada 165 makam yang dibongkar. Dalam waktu satu minggu, ditargetkan pembongkaran dan pemindahan makam bisa selesai. “Kalau tidak ada kendala, satu hari bisa membongkar 50 makam,” Kata Joko Yudo.

Sementara Kepala Desa Kertomulyo, Kamsani mengatakan makam yang terdampak jalan tol awalnya ada sekitar 500 lebih makam. Tapi setelah dilakukan identifikasi, hanya ada 160 makam yang masih ada ahli warisnya. “Biaya pembongkaran dan pemindahan dari penggalian dan  pemakaman di makam yang baru sebesar Rp 1,3 juta. Sisanya akan digunakan untuk kebutuhan makam baru,” kata Kamsani.

Camat Brangsong, Achmad Ircham Chalid berharap pemindahan makan tersebut bisa berjalan lancar. Sebab, semua ahli waris sudah sepakat. Diharapkan masyarakat tidak usah mempermasalahkan kain dan air ataupun minyak wangi. “Sesuai kesepakatan saja, sehingga tim pembongkar makam bisa melaksanakan sesuai dengan kontrak kerja mereka,” katanya. (bud/ida)