33 C
Semarang
Sabtu, 6 Juni 2020

Teladani Semangat Belajar Kartini

Another

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur...

RADARSEMARANG.COM, REMBANG-Calon wakil gubernur (Cawagub) Jawa Tengah, Ida Fauziyah mengajak kaum perempuan untuk terus mengobarkan semangat RA Kartini. Yakni, berjuang demi kesejahteraan perempuan yang terkekang.

“Mari kita teladani semangatnya dalam belajar maupun semangatnya untuk membangun,” ujar Ida dalam acara Istighotsah dan Napak Tilas Perjuangan Wanita yang diselenggarakan Muslimat dan Fatayat NU, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Sabtu (21/4).

Acara digelar di kawasan Makam RA Kartini. Turut mendampingi Ida, Astrid Sudirman Said. Ida dan Astrid juga berziarah ke makam RA Kartini. Ida menilai, jika saat sekarang ada gerakan-gerakan emansipasi perempuan, hal itu sama sekali tidak bermaksud untuk menempatkan kaum perempuan di atas kaum laki-laki. “Yang diperlukan adalah keadilan. Bukan ambil peran bapak-bapak,” jelasnya.

Keadilan itu, jelas mantan ketua umum Fatayat NU ini, antara lain di bidang pendidikan. Perempuan juga berhak untuk pintar dan sehat. “Perempuan juga berhak mendapat manfaat-manfaat dari pembangunan. Sebenarnya itu saja,” bebernya.

Pasangan Sudirman Said dalam Pilgub Jateng ini menambahkan, bagaimana perempuan segera keluar dari gelap menuju terang, seperti semangatnya RA Kartini. “Semangat RA Kartini membangun keadilan itu bukan karena dorongan dari teman-temannya dari Belanda. Tapi juga semangat keagaamaan yang dimiliki Kartini,” jelasnya.

Dalam sejarah, kata Ida, RA Kartini pernah berguru kepada Kiai Sholeh Darat, ulama yang juga guru dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU), maupun Muhammadiyah. “Dari Kiai Sholeh Darat, Kartini belajar Alquran yang menyebutkan adanya keadilan baik bagi kaum laki-laki maupun perempuan,” terangnya.

Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PBNU ini menyatakan masyarakat Jateng patut bersyukur, provinsi ini memiliki sosok perempuan pejuang perempuan hebat yang selalu memperjuangkan kaumnya, yakni RA Kartini.  “Atas perjuangannya, perempuan yang dulu terpenjara dalam rumah tangga kini statusnya sudah setara. Tak lagi berkutat soal dapur, sumur dan kasur saja, namun sudah bisa menyumbang devisa negara,” ujarnya.

139 tahun yang lalu, Kartini dilahirkan seolah pertanda perempuan Indonesia akan dimakmurkan. Atas dasar itu, Ida mengajak 21 April, tak sekadar menjadi seremoni kegigihan perjuangan Kartini. “Tetapi semangat kegigihannya itulah yang harus kita warisi untuk memperjuangkan kaum perempuan untuk kesejahteraan,” tegasnya.

Ida menambahkan, sebenarnya daya survival perempuan, lebih kuat. Dia mencontohkan usaha mikro, maupun sentra-sentra ekonomi menengah banyak dijalankan kaum perempuan. “Pemerintah tinggal buka akses, sehingga perempuan bisa menjadi soko guru pembangunan, karena potensinya luar biasa,” tambahnya. (fth/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

Luka Lama

Semua bisa merasakan: betapa irinya Trump. Iri kepada Putin. Iri kepada Xi Jinping. Iri pada kekuasaan mereka berdua. Yang tidak dimiliki oleh seorang Presiden Amerika. Betapa gemes tangan...

More Articles Like This

Must Read

Es Caisin, Peluang Usaha yang Kompetitif dan Edukatif

MAGELANG--Daun caisin atau sawi hijau merupakan salah satu jenis tumbuhan sayuran yang sangat mudah dijumpai di seluruh Indonesia,  salah satunya di daerah Magelang. Mayoritas...

Cek STNK Bisa Lewat Ponsel

WONOSOBO - Untuk mengingatkan masyarakat tentang batas waktu pengesahan , dan perpanjangan STNK kendaraan bermotor, Satlantas Polres Wonosobo menyosialisasikan penggunaan STNK Reminder. Kapolres Wonosobo AKBP...

Tim Cyber Crime Pantau Medsos Paslon

"Khusus delik aduan harus ada laporan. Tapi kalau postingan ujaran kebencian langsung bisa kita proses," Kombes Lukas Akbar Abriari - Direskrimsus Polda Jateng RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Tim cyber...

Persik Kendal Naik Kasta

KENDAL – Ambisi tim Persik Kendal untuk naik kasta dan berkompetisi di profesional yaitu Liga 2 musim depan akhirnya terwujud. Tim berjuluk Laskar Bahurekso...

Pak Dirman Dapat Doa Mantan Wagub Jateng

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Bakal Calon Gubernur Jateng, Sudirman Said, Kamis (25/1) kemarin, melakukan kunjungan silaturahim kepada Mantan Wakil Gubernur Jateng era Gubernur Mardiyanto, KH Achmad, di...

Terdampak Tol, 125 Ha Sawah Mangkrak

KAJEN - Lebih dari 125 hektare sawah yang ada di Kabupaten Pekalongan tidak dapat ditanami padi, meski saat ini musim hujan. Pasalnya, sawah yang...