HARMONIS : Disela kesibukannya, Kastolani selalu meluangkan waktu untuk keluarga. (dhinar sasongko/jawa pos radar semarang)
HARMONIS : Disela kesibukannya, Kastolani selalu meluangkan waktu untuk keluarga. (dhinar sasongko/jawa pos radar semarang)

RADARSEMARANG.COM – Ia memiliki visi bahwa IAIN bukan hanya sebagai destinasi studi saja, namun juga bisa menjadi destinasi wisata akademik. Karena itu, tujuan perencanaan pembangunan IAIN dibagi menjadi 3 zona; pertama zona akademik, kedua, zona publik, dan ketiga zona aktifiitas kemahasiswaan.

“Sebagai contoh detail suatu perencanaan adalah, kita bangun tangga yang berbeda dari kantor pada umumnya. Kamar mandi, WC, lorong, dan kran yang diperuntukkan untuk wudlu. Semua keinginan kita kita sampaikan kepada konsultan,” terangnya.

“Semua yang kita bangun harus melalui perencanaan yang detail. Misalnya kita buat masterplan pembangunan kampus 3 ini adalah kita yang merencanakan. Kemudian konsultan perencanaan yang menerjemahkan. Bahkan terjemahan mereka  juga masih melalui koreksi dari kami lagi. Jadi semua yang kita bangun itu harus detail dan berwawasan ke masa yang akan datang,” jelasnya.

Untuk bekerja maksimal membangun lembaga, Kastolani mengabaikan posisinya dihormati. “Yang terpenting itu adalah kampus ini menjadi bersih, baik, tertata dan maju. Saya menaruh hormat kepada seluruh warga kampus, jika ada yang tidak hormat kepada saya, itu urusan personal masing-masing,” ujarnya.

Bahkan ia pernah ditegur rekan dosen sewaktu turut bersih-bersih lingkungan bersama-sama dengan tenaga kebersihan. Wakil rektor kok ikut-ikutan memungut sampah, biar yang bertugas saja, kata rekan dosen tersebut . Hal tersebut diabaikan. “Menurut saya masalah kebersihan itu tanggung jawab semua warga kampus dari rektor, dosen, OB hingga mahasiswa. Ketika ada sampah di depan mata, maka yang melihat itu yang bertanggung jawab menempatkannya pada tempat sampah,” paparnya.

Bagi Kastolani berguru kepada satpam dan OB adalah hal yang biasa. Setiap hari, ia tiba di kampus pagi, maksimal pukul 07.00. Sehabis absen biasanya langsung keliling lingkungan kampus, bisa di kampus 1, kampus 2 dan kampus 3.

Dia menyempatkan diri menyapa tenaga kebersihan, satpam, dan mahasiswa yang ditemui. Karena dengan komunikasi tersebut semua informasi baik yang bagus maupun yang kurang bagus didapatkan. (dhinar sasongko/ric)