33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Tak Segan Ikut Bersih-bersih

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

RADARSEMARANG.COM – Ia memiliki visi bahwa IAIN bukan hanya sebagai destinasi studi saja, namun juga bisa menjadi destinasi wisata akademik. Karena itu, tujuan perencanaan pembangunan IAIN dibagi menjadi 3 zona; pertama zona akademik, kedua, zona publik, dan ketiga zona aktifiitas kemahasiswaan.

“Sebagai contoh detail suatu perencanaan adalah, kita bangun tangga yang berbeda dari kantor pada umumnya. Kamar mandi, WC, lorong, dan kran yang diperuntukkan untuk wudlu. Semua keinginan kita kita sampaikan kepada konsultan,” terangnya.

“Semua yang kita bangun harus melalui perencanaan yang detail. Misalnya kita buat masterplan pembangunan kampus 3 ini adalah kita yang merencanakan. Kemudian konsultan perencanaan yang menerjemahkan. Bahkan terjemahan mereka  juga masih melalui koreksi dari kami lagi. Jadi semua yang kita bangun itu harus detail dan berwawasan ke masa yang akan datang,” jelasnya.

Untuk bekerja maksimal membangun lembaga, Kastolani mengabaikan posisinya dihormati. “Yang terpenting itu adalah kampus ini menjadi bersih, baik, tertata dan maju. Saya menaruh hormat kepada seluruh warga kampus, jika ada yang tidak hormat kepada saya, itu urusan personal masing-masing,” ujarnya.

Bahkan ia pernah ditegur rekan dosen sewaktu turut bersih-bersih lingkungan bersama-sama dengan tenaga kebersihan. Wakil rektor kok ikut-ikutan memungut sampah, biar yang bertugas saja, kata rekan dosen tersebut . Hal tersebut diabaikan. “Menurut saya masalah kebersihan itu tanggung jawab semua warga kampus dari rektor, dosen, OB hingga mahasiswa. Ketika ada sampah di depan mata, maka yang melihat itu yang bertanggung jawab menempatkannya pada tempat sampah,” paparnya.

Bagi Kastolani berguru kepada satpam dan OB adalah hal yang biasa. Setiap hari, ia tiba di kampus pagi, maksimal pukul 07.00. Sehabis absen biasanya langsung keliling lingkungan kampus, bisa di kampus 1, kampus 2 dan kampus 3.

Dia menyempatkan diri menyapa tenaga kebersihan, satpam, dan mahasiswa yang ditemui. Karena dengan komunikasi tersebut semua informasi baik yang bagus maupun yang kurang bagus didapatkan. (dhinar sasongko/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Menyoal Nalar Radikalisme Keagamaan (2-habis)

RADIKASLISME juga menggunakan sarana ideologis dan religius untuk mendefinisikan situasi, melegitimasi tindakan  dan mem-persuasi para pendukung. Sarana ideologis dan religius itu disebut dengan framing....

SMA Teuku Umar Gelar Baksos

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - SMA Teuku Umar Semarang menggelar bakti sosial baru-baru ini. Ratusan paket sembako dibagikan kepada sejumlah warga RW 2 Kelurahan Tinjomoyo. Kegiatan...

Ironis, Direhabilitasi Malah Jadi Pengedar

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Tidak hanya menyasar masyarakat umum, pelaku dunia hiburan, PNS dan TNI Polri saja, dalam pemeriksaan penyalahgunaan narkoba. Namun Badan Narkotika Nasional...

Pendaftar Sekolah Swasta Membeludak

RADARSEMARANG.COM - BANYAKNYA calon peserta didik yang gagal diterima di SMA negeri karena menggunakan SKTM palsu membuat sekolah swasta mendapat berkah. Sejumlah sekolah swasta...

Dukun Pengganda Uang Diringkus

TEMANGGUNG - Praktik penipuan dengan dalih menggandakan uang masih saja terjadi. Agus Purwanto, 31, warga Dusun Kopen Desa Kandangan Kecamatan Kandangan Kabupaten Temanggung yang...

Harus Menang Lawan Demak

SALATIGA – Menghadapi pertandingan terakhir di babak penyisihan, tim basket putri pra porprov Kota Salatiga optimistis bisa mengalahkan tim Kabupaten Demak dalam pertandingan Sabtu...