Perkuat Performance, Undip Kukuhkan 3 Gubes

183

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Universitas Diponegoro (Undip) mengukuhkan tiga guru besar (Gubes) baru sekaligus sehingga menambah jumlah menjadi 119 gubes, Sabtu (21/4). Angka tersebut, masih akan terus bertambah seiring program percepatan yang dicanangkan oleh Rektor Undip Prof Yos Johan Utama.

“Setelah mengukuhkan beberapa guru besar sejak awal tahun ini, Undip terus berusaha menambah jumlah guru besar, di antaranya dengan Doktor Gathering. Dosen yang bergelar doktor berjumlah 600 orang dikumpulkan, didorong dan diajak bersama-sama mengejar gelar akademik tertinggi,” jelas Prof Yos dalam pengukuhan tiga gubes baru, di Gedung Soedharto, Kampus Undip Tembalang.

Sedangkan Ketua Senat Akademik Prof Sunarso menjelaskan bahwa pengukuhan ketiga guru besar telah menambah jumlah guru besar Undip yang aktif. “Untuk Fakultas Pertanian dan Peternakan menjadi 21 guru besar aktif, Fakultas Sains dan Matematika menjadi 4 guru besar aktif dan Fakultas Teknik menjadi 24 guru besar aktif,” katanya.

Guru besar yang dilantik adalah Prof Heri Sutanto dari Fakultas Sains dan Matematika dengan pidato pengukuhan Prospek Penerapan Lapisan Tipis Fotokatalis Semikonduktor Oksida Untuk  Pendegradasi Limbah Industri Tekstil. Kedua, Prof Endang Dwi Purbayanti dari Fakultas Pertanian dan Pertenakan, menyampaikan pidato pengukuhannya Strategi Perbaikan Lahan Salin Untuk Mendukung Ketahanan Pangan. Dan terakhir, Prof Sri Tudjono dari Fakultas Teknik menyampaikan pidato pengukuhannya Perkuatan Beton Konvensional, Menggunakan Carbon Fibre.

Dalam kesempatan tersebut Prof Heri Sutanto menjelaskan bahwa keuntungan dari oksidasi fotokatalis adalah pada sumber energi pemicu terjadinya pasangan elektron-hole yang menggunakan cahaya matahari. “Oksidasi fotokatalis dapat menghemat energi dalam pengoperasiannya. Selain itu, akan mengubah senyawa-senyawa berbahaya dan beracun di dalam air menjadi senyawa yang tidak berbahaya seperti karbon dioksida dan air,” terang Heri. Sementara Prof Sri Tudjono menjelaskan alasan memilih Carbon Fibre, lantaran material baru yang belum banyak dikenal oleh masyarakat.

Sementara itu, dalam sambutannya, Prof Yos mengatakan bahwa saat ini Undip masuk dalam best choice dari calon mahasiswa di Indonesia. Hal tersebut dibuktikan dengan Undip yang berada di peringkat kedua universitas paling diminati, di Indonesia. “Ada 61 ribu pendaftar yang memilih Undip sebagai pilihan pertama dalam SNMPTN 2018. Minat calon mahasiswa yang begitu tinggi, kami berusaha mengimbangi dengan best performance dan  best service. Di antaranya dengan kekuatan institusi yang didukung dengan jumlah guru besar,” tandasnya. (tsa/ida)