33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Nama Tionghoa untuk Zarra Zetira

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Komentar Zara Zettira, via Twitter
Kalau namaku jadinya bagaimana dalam huruf Chinese?

Komentar Disway:
Zettira yang cantik, Anda serius ingin punya nama Tionghoa?

Saya lihat ada empat pola pemberian nama di Tiongkok. Bagi yang lebih tahu, tolong koreksi saya.

Pertama: Yang memang punya nama Tionghoa.

Kedua: Orang asing yang tanpa sepengetahuan mereka diberi nama Tionghoa.

Ketiga: Orang asing yang minta diberi nama Tionghoa. Seperti Anda ini. Atau seperti saya ini.

Keempat: Orang Tionghoa yang ingin punya nama asing. Misalnya Robert Lai. Nama aslinya: Lai Chong Wing.

Pemberian nama itu dianggap luar biasa penting. Umumnya orang tua mereka yang memberi nama. Setelah konsultasi dengan orang pintar. Bahkan ada golongan yang fanatik: pemberian nama bayi adalah hak kakeknya. Bukan hak orang tuanya.

Nama itu umumnya terdiri dari tiga huruf Mandarin. Meski ada juga yang hanya dua huruf.
Huruf pertama adalah marga. Misalnya Chen (陈)atau Li (李)atau Chang (长)atau Huang (黄) atau yang lain. Ada hampir 200 marga. Tapi itulah lima besarnya.

Huruf kedua biasanya menunjukkan tingkatan dalam keluarga. Misalnya, jalur kakak/pakde lebih tinggi dari jalur adik/paman.
Baru huruf ketiga benar-benar namanya.

Tapi untuk dua huruf terakhir itu harus dicarikan huruf yang bunyinya dan artinya naik. Seperti harapan. Atau doa. Misalnya nama saya: 余世甘。Huruf pertama itu marga. Saya dianggap dari marga 余 (Yu – baca: I). Itu karena nama saya diawali dengan huruf I (Iskan).

Huruf kedua (世/SHI – baca: se) artinya jagad raya. Huruf ketiga (甘/GAN – baca: kan) artinya manis. Bunyi nama mandarin saya menjadi Isekan. Mirip nama asli saya. Artinya pun bagus: jagad yang manis. Atau menyebar rasa manis ke seluruh dunia.

Kelompok kedua, orang asing yang diberi nama Mandarin. Ini unik. Orang Tiongkok sangat sulit mengucapkan nama-nama orang asing. Dan lagi tidak ada huruf yang bunyinya bisa mengakomodasikan nama orang asing. Maka surat kabar, radio, tv, internet, memberi nama Mandarin untuk semua orang yang mereka beritakan. Anda tidak akan menemukan nama Donald Trump atau Meryl Streep atau Liverpool di koran-koran Tiongkok.

Kalau di koran ada tulisan 特朗普 itulah nama Donald Trump. Kalau dieja bunyinya: Te Lang Pu. Kalau di koran ada tulisan 利物浦 itu bunyinya: Li Wu Pu. Maksudnya: Liverpool. Siapakah pencetak gol terbanyak Liga Inggris dari Li Wu Pu? Dialah 萨拉赫 / Sa La He. Maksudnya Mohamad Salah. Yang sudah cetak gol sebanyak 30 untuk Li Wu Pu.

Tapi nama bintang film terkemuka Holywood ini ditulis sampai tujuh huruf: 梅丽尔·斯特里普 / Si Li Er Di Te Li Pu. Tidak perlu mikir panjang. Itulah nama Mandarinnya bintang kesayangan saya: Meryl Streep.

Halooooo…. Zettira….. apakah Anda masih ingin saya beri nama Mandarin? Kalau mau, inilah nama Anda: 蔡蒂亚 . Tulisan latinnya: Cai Ti Ya. Artinya: Ratu.

Nah, Zettira lewat nama itu Anda jadi ratu.

Komentar Diva Jakarta via Whatsapp

Saya kok membayangkan tulisan pembayaran aneka transaksi menggunakan HP. Saya yakin kelak yang namanya aneka kartu di Indonesia akan sirna (daripada menuh menuh-menuhin dompet).

Saat ini masih okelah warga Indonesia menjejali dompetnya dengan aneka kartu kredit, debit, tol, member aneka to/mall, kartu busway, KRL (bentar lagi kartu MRT) dan sebagainya.

Saya lihat pak Yusuf Mansur mulai menggerakan umat Islam utk membeli saham BRI Syariah. Beliau sukses dengan Paytren-nya dan bentar lagi e-money diizinkan sama Allah utk beredar di Indonesia. Sedih kan ya. Kapan kita berdaulat secara ekonomi kalau kita gak gerak?

Komentar Disway
Diva, kita tunggu pemerintah. Kapan siap dengan peraturan bidang itu. Saya dengar langkah Ustadz Yusuf Mansyur juga terhambat. Belum adanya peraturan. Beliau menghentikan beberapa rencana. Agar tidak melanggar hukum.

Saya malu setiap makan di mal di Tiongkok. Setelah duduk di kursi kok tidak ada pelayan yang datang. Tengok sana tengok sini. Abai. Terpaksa panggil pelayan. Minta menu. Pelayan menunjuk pojok meja. Di situ ada tertempel barcode.

Oh… maksudnya… agar saya cukup memotret barcode itu. Dengan HP. Menu akan tersaji di layar HP. Tinggal pilih. Klik. Pilih klik. Otomatis dapur akan mengerjakan pesanan via HP itu. Harganya pun sudah tertera di layar. Lengkap dengan total yang harus dibayar. Klik. Bayar di situ pula.

Bingung sendiri meihat tentangga meja mengorder makanan dan bayar dengan handphonennya

Saya lihat kian banyak restoran yang seperti itu. Tentu masih ada yang belum. Tapi wabah barcode di pojok meja itu sangat merajalela.
Diva, kita tunggu bersama ya…(dis)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

DID Turun, Perjalanan Dinas Dipangkas

MAGELANG - Dana Insentif Daerah (DID) yang diterima Pemkot Magelang pada tahun anggaran 2017 menurun drastis dibandingkan tahun lalu. Pasalnya, pada 2016 lalu, Pemkot...

Pelaku Cekik Korban Hingga Tewas

KENDAL—Pelaku pembunuhan terhadap Karlina Dwi Jayanti, 21, warga Tegal, dilakukan dengan sangat keji oleh tersangka Sunari, 41, warga Kecamatan Plantungan. Pelaku memukul dan mencekik...

Layanan Serba Gratis, Bisa Menginspirasi Batang

LAMPUNG-Hampir semua layanan kepada masyarakat di Kota Bandar Lampung diberikan secara gratis tanpa memungut biaya. Mulai dari layanan kesehatan, pendidikan hingga kependudukan. Hal tersebut...

3.704 Botol Miras Dimusnahkan

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Ribuan botol minuman keras (miras) dengan berbagai merek dimusnahkan dengan cara dilindas menggunakan alat berat oleh jajaran Polres Kendal. Ribuan botol...

Periksa Enam Saksi, Tuggu Hasil Otopsi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Polrestabes Semarang telah memeriksa enam orang saksi atas tewasnya Kurniawan, 29, wrga asal Karang Tengah, Demak, yang ditemukan di sebuah bangunan...

Gairahkan Kembali Bulutangkis Tegal

TEGAL - Sepinya wilayah Kota/Kabupaten Tegal dari ajang bulutangkis, mengundang perhatian Bakti Olahraga Djarum Foundation untuk menggairahkan kembali melalui program Djarum Coaching Clinic 2017...