AKRAB : Kastolani berbincang dengan civitas akademika di kampusnya, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga. (dhinar sasongko/jawa pos radar semarang)
AKRAB : Kastolani berbincang dengan civitas akademika di kampusnya, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga. (dhinar sasongko/jawa pos radar semarang)

RADARSEMARANG.COM – Karir pendidikan Kastolani cukup panjang dan berliku. Sejak lulus SD dan mondok, ia kemudian pengabdian di Aceh. Sembari mengabdi, dirinya juga menggunakan waktu luang untuk kuliah mengambil jurusan Perbandingan Hukum dan Madzhab selama 2 tahun. Setelah itu dirinya pindah ke Salatiga dan kuliah di IAIN Walisongo mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Arab.

Lulusan Gontor tentunya cas-cis-cus dalam bahasa Arab dan Inggris, dan tentunya kurikulum di perkuliahan terlalu mudah bagi dirinya. Namun dirinya memiliki prinsip bahwa segala sesuatu memiliki manfaat. “Bagi saya kuliah itu mencari sesuatu yang tidak saya miliki, maka tidak ada istilah sudah pintar. Bagi dirinya mungkin lebih di pelajaran, namun pasti memiliki kekurangan di bidang lain. Oleh karena itulah saya manfaatkan masa kuliah untuk menempa diri,” tutur Kastolani.

Saat kuliah dirinya aktif di organisasi kampus. Bahkan saat itu Kastolani mampu menduduki jabatan Wakil Ketua I dalam senat. “Saya juga aktif dalam organisasi seni Teater GETAR. Orang mungkin tidak mengira saya lulusan teater, tapi saya benar pernah menimba ilmu akting disana,” ceritanya.

Lulus S1 tahun 1993 dan karena aktif dan berprestasi, dirinya diterima untuk mengabdi di almamater IAIN Walisongo pada 1994. Dalam perjalanan menjadi dosen, dirinya tidak mau diam pada satu pekerjaan. Disela waktu dia menjalankan usaha. Mulai dari jualan selai pisang dari warung ke warung, jualan bahan bangunan, hingga depo air isi ulang.

“Tidak malu, itu adalah kuncinya. Hal ini juga saya tanamkan kepada anak-anak saya. Sampai saat ini  usaha air isi ulang masih jalan. Dikompain pelanggan, bahkan sesama alumni pun ada yang komplain. Namun itu tidak masalah demi perbaikan layanan dan kepuasan pelanggan,” katanya. (dhinar sasongko/ric)