Jateng Kalah Saing dengan Jogjakarta

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Robot buatan kampus Jateng, belum bisa berbicara banyak di ajang Kontes Robot Indonesia (KRI) Regional III wilayah (Jawa bagian tengah, Kalimantan bagian timur dan selatan) yang digelar di Balairung UPGRIS, akhir pekan lalu. Robot kampus Jateng, masih kalah saing dengan robot buatan kampus asal Jogjakarta.

Menurut Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof Intan Ahmad PhD, ada 28 perguruan tinggi dari 171 perguruan tinggi di wilayah III, telah lolos seleksi di tingkat masing-masing provinsi. Dengan 74 robot yang berhasil lolos seleksi. Namun lomba tersebut dibagi 4 kategori yaitu Kontes Robot ABU Robocon Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) dan Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI).

Hasilnya, perguruan tinggi dari Jogjakarta mendominasi menyabet juara hampir di setiap kelas dan berhak mewakili regional III ke tingkat nasional. Kategori KRAI, Tim Heroes Universitas Gajah Mada (UGM) sebagai Juara I. Sementara kategori KRSBI Beroda diraih Tim Mobo Evo Universitas Negeri Jogjakarta (UNY). Lalu untuk KRSTI, juara I diraih Tim Lanange Jagad Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogjakarta. Universitas Sultan Agung Semarang (Unissula) berhasil menyelamatkan wajah Jateng dengan menyabet juara I KRPAI Berkaki.

Secara otomatis, tim robot terbaik tersebut bakal melaju ke KRI tingkat Nasional tahun 2018 bertarung dengan wakil-wakil tim dari regional lainnya. Untuk KRI tingkat nasional, kami gelar pada 11-14 Juli 2018 di Universitas Muhammadiyah Jogjakarta (UMY). “Pemenang dari masing-masing regional akan dipertemukan di tingkat nasional. Pemenang nasional akan dikirim lagi ke tingkat internasional dalam ajang ABU Robocon 2018 di Ninh Binh, Vietnam. Kemudian juara pertama KRPAI Tingkat Nasional 2018 akan menjadi wakil Indonesia pada Trinity College International Robot Contest 2019 di Hartford, Connecticut, Amerika Serikat,” katanya.

Terpisah, Rektor UPGRIS, Dr Muhdi mengatakan, sebagai tuan rumah pihaknya sangat antusias mendukung KRI 2018. Bahkan ia mengaku jika persiapan telah dilakukan secara serius jauh-jauh hari sebelum acara dimulai. “Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada semua tim dan para pendukungnya,” katanya.

Dalam ajang tersebut, UPGRIS mengandalkan dua robot yakni Robot Heaven NPM di Divisi Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI), Robot Astro NPM di Divisi Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI). Namun kalah di babak kedua. (den/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -