Desa Wisata Bisa Gandeng Pihak Ketiga

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–DPRD Jateng meminta agar seluruh desa di Jateng bisa fokus meningkatkan potensi wisata di masing-masing daerah. Salah satunya, dengan menggandeng pihak lain agar potensinya tergarap maksimal.

Anggota Komisi B DPRD Jateng, Achsin Ma’ruf mengatakan bahwa kerja sama kemitraan desa wisata sangat penting agar menjadi payung hukum untuk memperkuat kelembagaan desa wisata itu sendiri. Kerja sama kemitraan yang dilakukan oleh pengelola desa wisata dengan pihak ketiga dilakukan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa wisata. “Semua harus berdasarkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan, sinergi dan saling menguntungkan,” katanya.

Ia menambahkan, kerja sama kemitraan bisa dilakukan oleh kedua belah pihak. Pihak pertama, pengelola wisata dalam hal ini Pokdarwis, LMDH, Karang Taruna, dan bisa juga dilakukan oleh pemerintah daerah setempat. Kerja sama pengelolaan desa wisata dapat berbentuk kerja sama bagi hasil usaha, produksi, manajemen dan bagi tempat usaha. “Terpenting harus transparan dan bisa sama-sama diuntungkan agar kesejahteraan masyarakat bisa terwujud,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng, Yudhi Sancoyo mengatakan bahwa banyak potensi wisata yang terabaikan di Jateng. Untuk itu, butuh inovasi lebih, agar apa yang dimiliki Jateng memberikan manfaat bagi  masyarakat. “Ini pekerjaan besar yang harus diselesaikan, bagaimana mengoptimalkan potensi wisata. Ya harus menggandeng yang sudah berpengalaman,” katanya.

Ia menambahkan, Jateng bisa mengadopsi keberhasilan penataan dan pengelolaan pariwisata di Provinsi Kalimantan Selatan, mulai pusat souvenir di Martapura, Kabupaten Banjar hingga plesir ke pasar terapung. Selain itu, ada wisata religi dan alam di wilayah Kalsel. “Objek wisata Jateng tidak kalah dengan Kalsel. Tapi karena pengelolaan tak maksimal, akhirnya potensinya tak maksimal,” ujarnya. (fth/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -