33 C
Semarang
Selasa, 22 September 2020

Ajak Mahasiswa Kembangkan Potensi Diri

Drs H Kastolani, M.Ag., Ph.D

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – Pak Olan, nama sapaan dari Kastolani ini cukup populer di kalangan kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga. Mulai dari office boy, satpam hingga mahasiswa tahu betul dengan pejabat IAIN yang satu ini. Sosok yang low profile dan tidak pandang profesi, serta pandai berkomunikasi dengan semua lapisan warga kampus, membuatnya dikenal.

Kastolani kini menjabat Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan  IAIN Salatiga. Bagi dirinya menjadi bagian dari jabatan pimpinan itu bukan berarti hanya menunggu laporan melainkan harus turun ke lapangan.

Baginya, yang terpenting tahu seluruh seluk beluk kebutuhan kampus dari rektor, para pejabat, dosen, karyawan, satpam, OB hingga mahasiswa, termasuk kebutuhan tamu. Jika semua diketahui, maka menjadi tahu langkah yang akan diambil. “Menjadi wakil pemimpin itu tidak perlu berlama-lama duduk di kursi kantor, yang terpenting adalah turun dan cari permasalahan dengan dialog warga kampus,” ujarnya.

Menurutnya, yang dibutuhkan adalah tanyakan jika ada masalah, apa solusinya berikan mereka ruang untuk berkreasi memecahkan. “Jika belum teratasi maka jadikan persoalan yang ada menjadi bahan rapat dengan pimpinan,” papar Kastolani saat ditemui di ruang kerjanya lantai II kampus 3 IAIN.

Menurutnya, perencanaan menjadi kunci dalam membangun suatu lembaga. Dia kini diberi amanah untuk menduduki Wakil Rektor II oleh Rektor. Jabatan tersebut adalah amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. “Sekecil apapun amanah yang diberikan, kerjakan dengan cara yang luar biasa dan sungguh-sungguh. Kenapa sungguh-sungguh, karena dalam kesungguhan itu sudah pasti ada keikhlasan,” katanya.

Apalagi, posisi tersebut menurut Kastolani merupakan kesempatan untuk mengubah sekian persoalan kampus yang ada. Kekuasaan adalah faktor utama untuk mengubah kekurangan. Dulu ketika belum memiliki wewenang, dia cuma bisa tahu permasalahannya saja. Usul dalam rapat belum tentu diterima, namun sekarang ada kesempatan untuk mengubah hal-hal yang kurang untuk menjadi lebih baik.

Kastolani mencontohkan seorang Rektor di India, setiap hari berkantor di bawah pohon. Hal tersebut dilakukannya untuk mengetahui bagaimana dan apa yang dilakukan warga kampus. Selanjutnya Rektor tersebut mengerti apa kebutuhan kampus dan strategi programnya. Ia mengaku kagum dengan Rektor tersebut. Maka dia juga mempersilahkan bagi semua karyawan dan mahasiswa yang ingin minta tanda tangan atau konsultasi bisa dimana saja, tidak harus di ruang kerja.

“Saya ingin kerja cepat, mereka juga ingin pekerjaannya segera selesai, maka saya bisa ditemui di lobi, di pos satpam, di halaman parkir atau di mana saja saya berada,” terang pria yang akrab dengan awak media ini.

Dengan mahasiswa, Kastolani tidak ada jarak dan dianggap sebagai ayah. Tidak jarang, ia selalu bertanya bagaimana kabar, bagaimana kuliahnya, punya kegiatan apa, dan sudah mulai usaha apa.

“Bagi saya menjadi mahasiswa itu tidak boleh diam di kampus dengan tugas perkuliahan saja. Ada pelajaran lain yang lebih berharga dari sekedar kuliah yaitu mencari jatidiri dan mengembangkan potensi diri. Saya sangat menghargai mahasiswa yang bagus akademiknya, disamping itu memiliki usaha, dan membiayai dirinya sendiri,” ungkapnya.

Tidak hanya bertanya hal-hal pribadi tersebut, Kastolani juga tidak jarang bertanya kepada mahasiswa, apa yang dikeluhkan saat di kampus. Pernah ada mahasiswi yang mengeluh meja sering kotor usai perkuliahan. Selanjutnya dia memberikan tantangan kepada mahasiswi yang menyampaikan keluhan tadi bersama beberapa rekannya untuk membuat gerakan ruang kuliah bersih. Memang kebersihan kelas adalah tugas utama tenaga kebersihan, tapi tenaga kebersihan yang ada tentu tidak akan bisa bertugas seketika itu juga usai jam kuliah. Akhirnya mereka berdiskusi mencaci pemecahan masalah yaitu dengan melakukan kampanye bersih kelas. Eksekusinya dengan sosialisasi tidak meninggalkan sampah di kelas, dengan tulisan dan pengumuman. “Tantangan tersebut meski kecil tapi dampaknya dangat besar, bagi mahasiswa dan kampus,” ujarnya membeberkan.

Hal yang dianggap sepele tersebutlah yang dinilai Kastolani sebagai sesuatu yang detail. Jika ingin sesuatu yang lebih maka menurutnya harus  berpikir out of the box. (dhinar sasongko/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Presiden Setujui Penambahan Rest Area Tol Batang

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Upaya Bupati Batang Wihaji agar jalur tol Batang dibangun rest area mendapat sinyal positif dari pemerintah pusat. Presiden Jowo Widodo menyetujui...

Aston Inn Kunjungi Jawa Pos Radar Semarang

RADARSEMARANG.COM - Marketing Communication Aston Inn Pandanaran Semarang Dyah Listyorini menyerahkan souvenir kepada Redaktur Jawa Pos Radar Semarang Ricky Fitriyanto saat berkunjung ke kantor...

Target Masuk 3 Besar

MAGELANG – PPSM Sakti Magelang secara resmi memperkenalkan 21 pemainnya yang akan mengikuti kompetisi Liga 2. Perkenalan tersebut digelar dalam acara “Launching Team PPSM...

Pria Tanpa Identitas Tewas di Pinggir Jalan

MUNGKID – Seorang pria tanpa indentitas ditemukan meninggal dunia di trotoar pinggir jalan raya Magelang-Yogyakarta tepatnya Pare, Blondo, Mungkid, Magelang, Senin (4/12) sore, Kapolsek...

Jamin Data Registrasi Ponsel Tak Bocor

SEMARANG - Data registrasi nomor ponsel berupa Kartu Keluarga (KK) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dipastikan tidak akan bisa diakses banyak pihak. Hal itu...

Diminta Gandeng Peternak Lokal

SEMARANG – DPRD meminta Pemprov bisa menggandeng peternak sapi lokal yang ada di Jateng. Langkah tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas peternak....