17.650 Pepes Ikan Pecahkan MURI

4980
GEMBIRA– Bupati Batang di tengah-tengah keriuhan warga yang menunggu pembagian  gratis pepes ikan pindang di Jalan Yos Sudarso Kabupeten Batang. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GEMBIRA– Bupati Batang di tengah-tengah keriuhan warga yang menunggu pembagian  gratis pepes ikan pindang di Jalan Yos Sudarso Kabupeten Batang. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.COM, BATANG – Masyarakat Kabupaten Batang akhirnya berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri), dengan menyajikan sebanyak 17.650 pepes ikan.
Diperlukan waktu 4 hari sejak Rabu (18/4/2018) diawali dari menyiapkan bahan baku hingga siap saji. Semuanya dikerjakan 100 sukarelawan dari warga Gang Musi Dukuh Ketandan Proyonangan Utara Kecamatan Batang Kabupaten Batang.
“Alhamdulillah kami sukses memecahkan rekor. Ini usaha keras warga Batang dan nelayan. Mereka mau kerja keras dan ini hasilnya luar biasa,” ucap Bupati Batang Wihaji, Minggu (22/4/2018).
Rekor ini juga ingin menunjukkan ke pemerintah pusat, bahwa orang Batang turut menyukseskan gerakan makan ikan. Karena ikan memang lezat dan bergizi tinggi, apalagi hasil ikan Batang juga terkenal melimpah ruah.
Rekor ini juga kata bupati dalam upaya mempromosikan Kabupaten Batang melalui kuliner. Sehingga kini pepes ikan pindang akan semakin dikenal masyarakat luas di Indonesia. Dengan harapan, jika berkunjung atau lewat pantura Batang, pepes ikan pindang bakar bisa menjadi oleh-oleh. Atau juga bisa jadi sajian saat makan di Batang.
“Ke depan kami ingin pindang jadi makanan khas dan oleh-oleh dari Batang,” ujar Wihaji.
Eksekutif Manajer MURI Sri Widayati menjelaskan, rekor yang diraih ini dalam klasifikasi terbanyak. Mematahkan rekor sebelumnya yaitu pepes ikan sebanyak 14.550 dari warga Muara Enim.
“Warga Batang sukses memecahkan rekor sebelumnya, dengan total pepes ikan 17.650 buah. Menumbangkan rekor sebelumnya, 14.488 pepes ikan dan tercatat di rekor dunia MURI dengan nomor regristasi Nomor Rekor :8421/R.MURI/IV/2018, dan yang tercatat sebagai rekoris adalah Pemerintah Kabupaten Batang.” ucapnya. (han/lis)