33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

PSIS Kalah Kelas!

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, BANTUL – Ambisi tim PSIS Semarang untuk mengamankan tiga poin kandang dalam lanjutan Liga 1 pupus sudah. Tim berjuluk Mahesa Jenar ini harus menyerah 1-4 atas tamu mereka Persija Jakarta dalam laga yang digelar di Stadion Sultan Agung Bantul.

Atas hasil tersebut, Mahesa Jenar harus puas bertengger di peringkat ke-13 klasemen sementara dengan mengantongi 5 poin, hasil dari dua kali seri, dua kali kalah dan sekali kemenangan.

Empat gol tim berjuluk Macan Kemayoran masing-masing dicetak oleh Jaimerson da Silva (69′), gol bunuh diri Safrudin Tahar (81′), Marko Simic (84′) dan Ramdani Lestaluhu (91′). Gol pelipur lara Mahesa Jenar dicetak oleh Melcior Leideker Majefat di masa injury time menit ke-92.

Di babak pertama pertandingan sebenarnya berjalan cukup ketat. Bahkan Mahesa Jenar mampu mendikte permainan Persija hingga mampu menguasai jalannya laga. Sejumlah peuang mampu diciptakan dari kaki Hari Nur Yulianto maupun Komarudin meski skor imbang 0-0 belum berubah hingga akhir babak pertama.

Di babak kedua, juru taktik Persija Stefano ‘Teco’ Cigurra langsung mengubah komposisi. Pelatih asal Brasil itu langsung menginstruksikan timnya untuk tampil menyerang dengan menurunkan dua penyerang sekaligus, yakni Ramdani Lestaluhu dan Adison Alves yang menggantikan dua pemain bertahan Markus Kabiay dan Fitra Ridwan.

Strategi Teco terbukti jitu. Masuknya Ramdani dan Addison membuat Persija menurunkan empat penyerang sekaligus dengan skema 4-2-4 mengingat di lapangan masih ada Rico Simanjuntak dan Marko Simic sehingga mampu menguasai pertandingan.

“Terus terang saya juga sedikit emosional mengubah taktik ketika kami ketinggalan 2-0, saya memainkan tiga pemain belakang dan menambah pemain depan. Hal itu justru membuat pertahanan kami semakin menurun,” beber head coach PSIS, Vincenzo Alberto Annese.

Absennya center bek Petar Planic juga cukup mereduksi kekuatan pertahanan PSIS. Duet bek tengah Haudi Abdillah dan Rio Saputro di babak kedua tak mampu meredam kecepatan-kecepatan penyerang Persija.

“Semua kesalahan saya. Saya terlalu percaya dengan pemain saya, namun kenyataannya di lapangan lain. Babak kedua pressing kami tidak berjalan baik,” sambung pelatih asal Italia itu.

Juru ramu Persija, Stefano Cugurra Teco, menyebut, kedisiplinan lini belakang menjadi kunci kemenangan timnya. Terutama di babak pertama ketika tuan rumah mampu mendominasi pertandingan.

”Saya katakan pada pemain, jika pertahanan bagus pasti saat giliran menyerang akan berbuah gol. Itu berhasil dijalankan anak-anak,” ungkap Teco usai pertandingan.

Dua gol awal melalui Jaimerson dan Rico membuat mental pemain semakin terangkat. ”Jelas gol itu semakin menambah rasa percaya diri pemain untuk menekan. Namun kami kecolongan satu gol karena lengah setelah unggul empat gol,” katanya.

Setelah kalah atas Persija, Mahesa Jenar akan melakoni laga tandang versus Perseru Serui Minggu (29/4).”Kami punya waktu sepekan untuk memperbaiki diri. Yang jelas, sisa waktu akan kami gunakan sebaik mungkin untuk memperbaiki diri,” sambung General Manajer (GM) PSIS, Wahyu ‘Liluk’ Winarto. (bas/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sempat Viral, Tak Ada Tindakan

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pemandangan Rawa Pening dicemari sampah yang menumpuk di samping Jembatan Tuntang. Kondisi tersebut dikeluhkan warga dan pengendara. Bahkan keberadaan sampah tersebut...

Di Perodua Lihat Londo Ngeprank

Oleh Dahlan Iskan Tumben. Sopir Grab ini orang suku Dusun.Tumben lagi. Sopir Grab kali ini orang suku Bajau. Biasanya, di Sabah, sopir seperti ini orang asal...

Kantor Sepi, Nasabah Cemas, Uang Tak Bisa Ditarik

Perusahaan Daerah Badan Kredit Kecamatan (PD BKK) Pringsurat, Temanggung, akhir-akhir ini menjadi sorotan  masyarakat, pemerintahan, dan kalangan legislatif. Itu karena bank perkreditan ini, tengah...

Anak Disabilitas dapat Bantuan Kursi Roda

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Iqbal Rizky Nurrachmad, 14,  merupakan salah satu penyandang disabilitas yang mendapatkan bantuan alat bantu gerak kursi roda dari program Peduli Disabilitas oleh Solusi...

Ultah

Oleh: Dahlan Iskan DisWay berumur 1 tahun. Besok lusa. Tanggal 9 Februari. Berarti setahun penuh saya tidak libur: setiap hari menulis artikel. Tanpa absen. Pun sehari. Penerbit...

Mental Gratisan

Bukan pempek kali ini yang bikin Palembang terkenal. Tetapi, oknum pejabat di sana yang membuat kota tersebut hari ini (24/8) viral.   Ulah oknum pejabat di...