RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pengedar pil koplo diringkus petugas Polsek Gajahmungkur, di Jalan Papandayan, Semarang, Selasa (17/4) lalu. Tersangka bernama Dwi Fitriono, 38, warga Tegalsari, Kecamatan Candisari, Semarang. Dari tangan pelaku, petugas menyita 41 butir pil koplo berlogo Y.

Meski petugas Reskrim Polsek Gajahmungkur hanya menyita puluhan butir saja, belakangan diketahui tersangka mengaku telah mengedarkan hampir 2.000 butir pil Y.

Sementara, Kapolsek Gajahmungkur AKP Rochana Sulistyaningrum menyebut bahwa tersangka menjual pil Y tersebut dalam bentuk paket yang dibungkus klip transparan.

“Satu klip berisi 10 butir dijual seharga Rp 20 ribu. Hasil pemeriksaan, tersangka mengaku sudah menjual ribuan pil,” terang AKP Rochana, Jumat (20/4).

Selain itu, pihaknya juga menyita uang sejumlah Rp 300 ribu diyakini sebagai hasil transaksi penjualan pill Y dan sebuah handphone milik tersangka. Dijelaskan, handphone tersebut yang digunakan oleh pelaku untuk bertransaksi dengan bandar melalui media sosial Facebook.

“Bandarnya ini DN, masih buron. Kami masih menyelidiki lebih lanjut dan merekam jejak histori chat tersangka dengan DN hingga saat ini,” katanya.

Tersangka mengaku telah menjadi pengedar pil tersebut selama tiga bulan. Tersangka mengaku menjualnya kepada pelajar.

Atas kasus ini, Dwi akan dijerat pasal 196 UU nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan karena mengedarkan sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan yang tidak memiliki izin dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara. (tsa/zal)