33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Pengedar Sasar Pelajar

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pengedar pil koplo diringkus petugas Polsek Gajahmungkur, di Jalan Papandayan, Semarang, Selasa (17/4) lalu. Tersangka bernama Dwi Fitriono, 38, warga Tegalsari, Kecamatan Candisari, Semarang. Dari tangan pelaku, petugas menyita 41 butir pil koplo berlogo Y.

Meski petugas Reskrim Polsek Gajahmungkur hanya menyita puluhan butir saja, belakangan diketahui tersangka mengaku telah mengedarkan hampir 2.000 butir pil Y.

Sementara, Kapolsek Gajahmungkur AKP Rochana Sulistyaningrum menyebut bahwa tersangka menjual pil Y tersebut dalam bentuk paket yang dibungkus klip transparan.

“Satu klip berisi 10 butir dijual seharga Rp 20 ribu. Hasil pemeriksaan, tersangka mengaku sudah menjual ribuan pil,” terang AKP Rochana, Jumat (20/4).

Selain itu, pihaknya juga menyita uang sejumlah Rp 300 ribu diyakini sebagai hasil transaksi penjualan pill Y dan sebuah handphone milik tersangka. Dijelaskan, handphone tersebut yang digunakan oleh pelaku untuk bertransaksi dengan bandar melalui media sosial Facebook.

“Bandarnya ini DN, masih buron. Kami masih menyelidiki lebih lanjut dan merekam jejak histori chat tersangka dengan DN hingga saat ini,” katanya.

Tersangka mengaku telah menjadi pengedar pil tersebut selama tiga bulan. Tersangka mengaku menjualnya kepada pelajar.

Atas kasus ini, Dwi akan dijerat pasal 196 UU nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan karena mengedarkan sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan yang tidak memiliki izin dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara. (tsa/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Terbiasa Hadapi Pasien Ingin Wajah Korea

Menggemari seni dan keindahan estetika dari wajah, menjadi alasan DR. dr. Puguh Riyanto, SpKK(K), FINDV, FAADV memutuskan untuk menjadi dokter spesialis kulit dan kelamin....

BCA Mendukung Pengembangan Desa Wisata

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG –  Desa wisata dinilai cukup potensial sebagai salah satu pendorong perekonomian masyarakat. Pengembangannya pun terus diupayakan oleh berbagai pihak. Salah satunya PT...

Pendidikan Budi Pekerti Bentuk Karakter Siswa

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Pendidikan budi pekerti sangat dibutuhkan bagi pembentukan karakter siswa, termasuk ditingkat SLTA. Sebab, dengan bekal budi pekerti ini, siswa dapat membentengi...

Padukan Corak Batik Berbagai Daerah

RADARSEMARANG.COM - Irma Susanti, perempuan yang tinggal di Gunungpati, Kota Semarang ini, berkomitmen melestarikan batik Nusantara sebagai warisan budaya yang sudah diakui Unesco. Untuk...

Dinas Perdagangan Perlu Evaluasi Konsep

KOTA SEMARANG – Komisi B DPRD Kota Semarang meminta Dinas Perdagangan segera mengevaluasi konsep penataan pedagang Pasar Peterongan di bangunan baru. Menyusul masih adanya...

Ratusan Proyek Belum Dikerjakan

SEMARANG-Ratusan proyek infrastruktur yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Semarang 2017 sebesar Rp 4,5 triliun, ternyata baru terserap Rp 1,2...